Kecelakaan
Pria ini Selamat Usai 2 Bulan Koma dan Jalani 6 Kali Operasi, Perawat: Tarik Menarik dengan Malaikat
Mukjizat seorang pria usia 18 tahun koma usai akibat kecelakaan. hingga disebut perawat 'tarik menarik dengan malaikat pencabut nyawa'.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Mukjizat seorang pria usia 18 tahun koma usai akibat kecelakaan.
Menjalani 6 operasi hingga disebut perawat 'tarik menarik dengan malaikat pencabut nyawa'
Namun pria muda tersebut sadar setelah diberi candaan oleh adiknya pria tersebut langsung sadar.
Baca juga: Viral Video Syur 30 Detik Diduga Mirip Jedar Jadi Trending, Netizen: Kemarin Gisel Hari Ini Jedar
Baca juga: Profil Singkat Kamala Harris Wakil Presiden AS Terpilih, Ternyata Kedua Orangtuanya Adalah Imigran
Baca juga: Nekat, Aksi Sembrono Seorang Wanita, Tertangkap Kamera Buang Air Besar di Tengah Jalan
foto : Ilustrasi pasien koma di rumah sakit. (Vietnamnet.vn)
Koma 62 Hari setelah Kecelakaan, Remaja 18 Tahun Langsung Sadar saat Adik Sebut Makanan Favoritnya
Seorang remaja pria yang terluka parah akibat kecelakaan lalu lintas dan koma selama 62 hari tiba-tiba sadar ketika adiknya menyebutkan hidangan favoritnya - "fillet ayam"
Juli 2020, remaja pria 18 tahun bermarga Chiu dari Kabupaten Hsinchu terlibat dalam kecelakaan di jalan raya saat mengendarai skuternya.
Akibat kecelakaan ini, Chiu mengalami kerusakan serius pada beberapa organ tubuhnya.
Ketika dia dilarikan ke rumah sakit, Chiu mengalami koma dengan tingkat kesadaran Glasgow Coma Scale atau GCS terendah yakni tiga.
Melansir taiwannews yang mengutip TVBS, Hsieh Tsung-hsin, Direktur Unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit Umum Ton Yen mengatakan bahwa Chiu menderita hidrops subdural,
pneumotoraks, luka limpa, ginjal kanan, dan hati, pendarahan dari fraktur rongga perut, perdarahan arteri iliak umum, dan sebagian besar organ internalnya rusak parah.
Dokter melakukan operasi darurat dan mampu menstabilkan kondisi Chiu.
Namun Chiu tetap mengalami koma yang lebih dalam.
Situs UDN, melaporkan selama dirawat di rumah sakit, Chiu menjalani enam operasi.
Yakni kraniotomi, laparotomi, nefrektomi ginjal kanan, splenektomi, perbaikan hati,
klavikula kanan dan reduksi terbuka femur kanan dan fiksasi internal (ORIF), embolisasi arteri iliaka internal bilateral untuk menghentikan perdarahan, dan enterostomi.