Berita Regional
Kisah Cinta Sehidup Semati, Nenek 84 Tahun Meninggal Pagi, Suaminya Menyusul: 'Erat Bagai Kepiting'
Kisah ini dialami oleh Wan Yahya Wan Husein (87) dan istrinya Wan Zainun Wan Chik (84).
Ia turut menambah, air mata ayahnya kembali menetes setelah ibunya dinyatakan meninggal dunia.
Menurut anak pasangan suami istri ini, Wan Rahimah, meski dalam keadaan sakit, ayahnya yang menderita gangguan saraf menguatkan semangatnya untuk menghadiri pemakaman istrinya di Pemakaman Islam Jalan Pusara, Kuala Berang pukul 15:00 waktu Malaysia.

"Kami tidak menyangka, ayah turut meninggal dunia setelah ibu meninggal.
"Jenazah ayah dikuburkan di area pemakaman yang sama, meski kaget dengan kepergian dua orang tua sekaligus, kami menerima dengan baik karena ini telah di atur Allah," ujarnya.
Kata Wan Rahimah, orang tuanya adalah pasangan yang romantis dan tidak pernah bertengkar hebat.
"Mereka selalu membuat keputusan bersama selama 64 tahun usia pernikahan," ujarnya.
Wan Rahimah mengatakan orang tuanya membesarkan lima anaknya.
Selain itu pasangan suami istri ini pemilik toko ritel dan rempah-rempah sejak tahun 1970-an sampai diwariskan bisnis tersebut pada anak-anaknya tahun 2008.
Setiap pasangan suami istri menginginkan hidup bersama hingga usia tua.
Mereka yang saling mencintai selalu mengedapkan keharmonisan daripada meninggikan ego masing-masing.
Rela berlapang dada dengan berbagai perilaku pasangan yang tidak disukai.
Sebagaimana pasangan suami istri satu ini, sebutan cinta sehidup semati telah mereka buktikan.
Seperti yang diungkapkan oleh sang anak, orang tua mereka selalu mendiskusikan apapun berdua, serta tidak pernah mengalami pertengkaran hebat.
Cerita Serupa
Cerita ini diposting oleh akun facebook Yuni Rusmini, berikut postingannya: