Tribun Wiki
Jalur Dua Lolak, Simbol Pemersatu Warga Lolak
Jalur dua. Itulah nama jalan masuk menuju kantor Pemkab Bolmong di Desa Lalow, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jalur dua. Itulah nama jalan masuk menuju kantor Pemkab Bolmong di Desa Lalow, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong.
Disebut jalur dua karena jalannya ada dua. Sebuah median jalan memisahkan kedua jalan itu.
Jalan itu telah jadi ikon kota Lolak. Tak lengkap rasanya, bila ke Lolak tak berkunjung ke jalur dua.
Lokasinya hanya berjarak 2 kilometer dari pusat kota Lolak.
Panjang jalan itu mencapai 1 kilometer lebih. Masing - masing ruasnya selebar 10 meter lebih.
Kiri kanan jalan ditanam pohon yang membuat sepanjang jalan itu sejuk.
Baca juga: Cerita ABK Indonesia Ketika Kembali ke Tanah Air Melalui Pelabuhan Bitung
Baca juga: Minut Ketambahan Dua Pasien Sembuh dan Satu Kasus Positif Covid-19
Baca juga: Joe Biden Ajak Pendukungnya Rangkul Pendukung Trump: Bukan Musuh Kita, Mereka Orang Amerika
Sekelilingnya terdapat sawah penduduk. Di atas sawah terdapat sapi yang bercengkrama
dengan burung yang hinggap di tubuh besarnya.
Di ujung jalan, dekat kompleks perkantoran, terdapat taman kota dengan deretan gazebo
dari kayu.
Arti strategis jalan ini sesungguhnya adalah jalur utama bagi perlintasan ASN yang hendak menuju kantor Bupati Bolmong.
Tapi bagi warga, artinya lebih dari itu. Sebagai ruang terbuka yang menyatukan warga Lolak yang heterogen.
Baca juga: Mengenal Profil 4 Calon Wali Kota Manado 2020
Baca juga: Tatap Muka dengan 10 Sangadi di Mooat, Christiano Talumepa Ajak Netralitas dalam Pilkada 2020
Jalan itu menjadi tempat keramaian, hiburan serta tempat kreatif. Pagi pagi, tempat itu dipenuhi warga yang olahraga.
Sorenya jadi tempat selfie. Tempat itu juga jadi ajang kumpul muda mudi yang gemar berkarya.
Di jalan itu mereka membuat vlog, tik tok sampai adu ketangkasan balap.
Jika libur, tempat itu padat dengan manusia. Paling ujung adalah lokasi balapan.
Di tengah adalah lokasi keluarga, di mana ayah, ibu dan anak duduk sambil makan cemilan dan setelah itu foto - foto.
Baca juga: Pjs Gubernur Agus Fatoni Cs Tinjau Proses Cetak Surat Suara, Ingatkan Distribusi di Kepulauan
Di ujung lainnya, lebih beragam. Ada kumpulan komunitas sepeda, pemuda yang tik-tokan dan kumpulan ibu yang senam poco - poco.
Sungguh beragam, gabungan antara modernitas dan adat. Suatu waktu seorang ibu yang baru belajar sepeda motor roboh.
Ia ditolong para pemuda yang balap liar. Balap itu pun bubar karena pesertanya sibuk
menolong sang ibu.