Hari Pahlawan 10 November
Kumpulan Kata-kata Bijak yang Cocok Dibagikan di Hari Pahlawan 10 November
Di Indonesia setiap tahunnya Hari Pahlawan pasti diperingati. Di tahun 2020 ini, 10 November jatuh pada hari Selasa.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari Pahlawan Nasional jatuh pata tanggal 10 November. Ini adalah moment mengenang pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945.
Di Indonesia setiap tahunnya Hari Pahlawan pasti diperingati. Di tahun 2020 ini, 10 November jatuh pada hari Selasa.
Ditetapkan sebagai hari nasional melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.
Hal tersebut diperingati sebagai bentuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berkorban dan berjuang demi Bangsa Indonesia.
Ketika memperingati Hari Pahlawan biasanya merayakannya dengan memberikan qoutes atau kutipan tokoh nasional sebagai Ucapan Selamat Hari Pahlawan 2019.
Berikut kumpulan kata bijak dari berbagai tokoh untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber.
1. Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita. (Mohammad Hatta)
2. Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membuat secarik kain putih menjadi merah dan putih, selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga. (Bung Tomo)
3. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. (Ir.Soekarno)
4. Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah.(Ir.Sokarno)
5. Apabila dalam di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. (Ir.Soekarno)
6. Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia, Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin. (Ir.Sokarno)
7. Dalam menghadapi musuh, tak ada yang lebih mengena daripada senjata kasih sayang (Cut Nyak Dien)
8. Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi. (Jenderal Soedirman)
9. Pahlawan-pahlawan di dalam tentara kami, satu dengan yang lainnya berselisih, dan kemudian yang gagah berani menyerah. (Pengeran Diponegoro)