Repatriasi
Repatriasi 155 ABK Indonesia Pakai 2 Kapal Ikan RRT
Repatriasi atau pemulangan warga negara, tengah sudah dipersiapkan pemerintah Provinsi Sulut, Kota Bitung bersama instansi terkait lainnya
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Repatriasi atau pemulangan warga negara, tengah dipersiapkan Pemerintah Provinsi Sulut, Kota Bitung bersama instansi terkait lainnya.
Seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, TNI/Polri, Kantor kesehatan Pelabuhan, Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung, Kepala KPP Bea Cukai TMPC Bitung Kepala UPT BP2Mi Manado serta Pelindo Cabang Bitung, ASDP Cabang Bitung, PT Pelni Cabang Bitung dan PT Djakarta Llyod.
Telah melakukan rapat koordinasi yang berlangsung di lantai IV Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (4/11/2020) dipimpin Pjs Wali kota Bitung Edison Humiang.
Didampingi Kombes Pol Edward Tamboto Karo Ops Polda Sulut, Ulif Taftajani kepala seksi asia selatan dan tengah Kementrian Luar Negeri dan Wadan Lantamal VIII Manado Kolonel Laut (P) Enra Sulustiono.
Baca juga: Goba Molunow Destinasi Wisata Boltim yang Punya Spot Instagramable dan Ramah Anak
Baca juga: Pentolan Organisasi Buruh Kecewa UMP Tak Naik, Ancam Demo dan Gugat ke PTUN
Baca juga: BREAKING NEWS: Sambangi Bolsel, Steven Kandouw Gunakan Kopiah Karanji Khas Gorontalo
Diperoleh informasi, pelaksanaan repatriasi dilakukan terhadap 155 anak buah kapal (ABK) dan 2 jenazah warga negara Indonesia dijadwalkan tiba di Selat Lembeh Bitung, paling cepat tanggal 5 November 2020 pagi dan tanggal 6 November malam.
Menurut Hadidjah Ahmad dari PT Djakarta Lloyd, para kru kapal itu akan diangkut menggunakan dua kapal ikan milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT) labuh di selat Lembeh Kota Bitung.
“Dua kapal ikan yang dipakai, pertama kapal Long Xing dengan total kru 601 di antaranya 77 kru Indonesia dan 2 jenazah. Lalu kapal kedua Long Xing 610 angkut 78 kru Indonesia dijadwalkan akan tiba berbarengan di Bitung tanggal 6 November 2020, dua kapal ini hanya akan labuh dengan jarak 1 mil dari laut," tutur Hadidjah Ahmad dari PT Djakarta Lloyd dalam rapat.
Lanjutnya satu jam sebelum kapal masuk akan menghubungi kapal pandu untuk mengarahkan atau pandu ke titik koordinat labuh.
Baca juga: Tim Swab Hunter Cegat Pengendara untuk Swab Test, Tersebar di 10 Titik Kota Surabaya
Ketika kapal sudah labuh, akan dilakukan screaning atau pengecekan dari karantina kemudian dilanjutkan pemeriksaan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terhadap kesehatan kru dari Indonesia.
Pjs Wali kota Bitung Drs Edison Humiang M.Si dalam keterangan usai memimpin rapat koordinasi bilang, telah disepakati terutama dari Kementerian Luar Negeri dan PT Djakarta Llyod selaku agen serta semua pihak terkait.
Bahwa pemerintah akan fasilitasi pemulangan mereka di perlancar, mulai dari kedatangan dari asal ke tujuan di selat Lembeh Bitung.
Baca juga: Raih 238 Suara Elektoral, Joe Biden-Kamala Harris Kembali Tinggalkan Donal Trump-Mike Pence
“Jadi dari pihak Lantamal VIII Manado menyampaikan ke Kemenlu dan pihak agen agar menginformasikan ke Mabes TNI AL, agar mengimformasikan ke kapal yang sedang operasi di Laut bahwa ada kapal dari RRT akan melintas masuk ke wilayah Indonesia sampai ke Bitung,” kata Humiang usai memimpin rapat.
Selanjutnya untuk kesiapan yaitu terkait dengan protokol kesehatan, mereka nantinya akan di rapif test di atas kapal oleh petugas.
Mereka yang reaktif dan nonreaktif akan dipisahknya hingga dilakulan penyemprotan disinfektan.