Berita Sulut
Cuaca Ekstrim November Hingga Januari, Banjir dan Longsor Fokus Utama BPBD Sulut
Menurut kepala BPBD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Joi Oroh ketika diwawancarai mengungkapkan kegiatan ini untuk menyatukan persepsi.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Memasuki akhir tahun identik dengan curah hujan yang semakin tinggi disertai angin kencang.
Menanggapi hal itu Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) membuat kegiatan kesiapsiagaan di lapangan Koni, Sario yang dihadiri langsung oleh Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni, Selasa (3/11/2020).
Menurut kepala BPBD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Joi Oroh ketika diwawancarai mengungkapkan kegiatan ini untuk menyatukan persepsi.
BERITA TERPOPULER :
Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Malam Pukul 21.40, Seorang Pria Tewas, Main HP saat Bawa Motor hingga Menabrak
Baca juga: Terbaring Sakit Kanker Otak, Wanita Ini Hanya Bisa Lihat Anak Gadisnya Dibunuh Secara Brutal
Baca juga: Karena Naksir Istri Anaknya, Sang Ayah Tega Menghabisi Nyawa Putranya Sendiri dengan Sadis
TONTON JUGA :
"Jadi inti dari apel hari ini, untuk konsolidasi menyatukan persepsi jika menghadapi bencana alam," kata Joi.
Joi juga katakan memang diprediksi oleh BMKG di bulan November sampai Januari ada curah hujan yang cukup tinggi sehingga perlu kesiapsiagaan dari semua elemen.
"Daerah yang rawan longsor di Sulut hampir semua daerah aliran sungai yaitu, di Minahasa, Manado dan kemarin Bolmong Raya serta ada beberapa titik di Sanger dan Talaud," tambahnya yang menjadi fokus waspada.
"Memang itu yang menjadi fokus utama, untuk banjir dan longsor. Kemudian untuk erupsi gunung merapi di Sulut ada delapan yang aktif," ungkapnya.(fis)