Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres Amerika Serikat

SBY Bicara Pilpres AS, Mengaku Dengar Jokowi Ingin Trump Menang

Menjelang Pemilihan Presiden Amerika Serikat banyak kalangan di Indonesia mulai berspekulasi siapa yang menguntungkan

Editor: Aswin_Lumintang
Foto Istimewa/instagram Agus Harimurti Yudhoyono
Jokowi dan SBY 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menjelang Pemilihan Presiden Amerika Serikat banyak kalangan di Indonesia mulai berspekulasi siapa yang menguntungkan Indonesia jika terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.

Hal ini wajar karena Pilpres Amerika Serikat tinggal menghitung hari.

Presiden Jokowi melakukan video call dengan perawat yang bertugas menangani covid-19.
Presiden Jokowi melakukan video call dengan perawat yang bertugas menangani covid-19. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sesuai jadwal Pilpres AS akan berlangsung pada Selasa, 3 November 2020.

Dalam Pilpres kali ini, calon petahana, Donald Trump yang berasal dari Partai Republik berhadapan dengan Joe Biden, dari Partai Demokrat.

Terkait Pilpres AS, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono memberikan tanggapan. 

Tanggapan dari SBY terkait mana yang lebih baik bagi Indonesia, apakah Trump atau Biden? 

Pendapat SBY itu disampaikan melalui video di akun Youtube Susilo Bambang Yudhoyono yang diunggah pada Kamis (29/10/2020) kemarin.

Menurut SBY, situasi Pilpres AS saat ini bisa disebut sangat panas dan lebih dari sebelum-sebelumnya.

Baca juga: Kisah Ronald Muntu Si Penambal Ban di Tengah Pandemi, Jaga Diri Agar Tak Tertular Covid-19

Baca juga: Putri Delina Berkaca-kaca saat Bersama Ibu Pacarnya, Jeffry Reksa, Bahagia Panggil Calon Mertua Mama

Baca juga: Ternyata Tim AC Milan Muda Dibangun Paolo Maldini, Begini Kata Ivan Gazidis

Hal itu terlihat dari perang kata antara Trump dan Biden dalam debat. 

Apa yang terjadi saat ini, ujar SBY, juga jarang terjadi dalam sejarah Pilpres AS. 

"Saya kira sebagian rakyat Amerika malu melihatnya," kata SBY. 

SBY melanjutkan, ada pendapat yang menyebut bagi Indonesia, Trump adalah yang terbaik.

Alasanya, Trump dari Partai Republik sehingga tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

Tidak akan ribut soal HAM, demokrasi dan juga perubahan iklim.

"Pandangan ini relatif sama dengan kalangan lain di negeri kita. Artinya juga menjagokan Trump dan berharap dia menang lagi. Cuma alasannya sedikit berbeda. Kata mereka, kalau Trump yang menang, hubungan ekonomi dan bisnis akan lebih hidup. Lebih meningkat. Argumentasinya, Partai Republik di AS lebih pro bisnis. Termasuk punya keberpihakan kepada perusahaan multi nasional," beber SBY. 

SBY dan Donald Trump
SBY dan Donald Trump (Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved