Sulut Maju
Olly Dondokambey Senang Harga Kopra Tembus Rp 9.600 Per Kg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Harga kopra Sulut terus membaik. Terakhir tembus Rp 9.600 per kilogram.
Olly Dondokambey, Gubernur Sulut definitif menyampaikan, pertanian dan perkebunan memang jadi andalan Sulut bertahan di situasi Pandemi Covid-19.
Syukur kini harga kopra sudah bagus.
"Produktivitas petani meningkat, Nilai Tukar Petani meningkat, walapun ada ada beberapa produk seperti cengkih masih terkendala harga, tapi kepala, vanili, san pala kualiyas ekspor sangat menguntungkan petani," kata Olly yang tengah cuti dari jabatan gubernur ini.
Kebijakan dan program Pemprov Sulut memang sangat berpihak ke petani. Guyuran bantuan ke petani khususnya kelapa.
Baca juga: Tim Gugus Tugas Covid 19 Kotamobagu Siap Pantau Warga Liburan Agar Patuhi Protokol Kesehatan
Baca juga: Marlon Mondong Pimpin Pemuda Katolik Minahasa
Olly menyebut petani memberi kontribusi yang besar bagi perekonomian Sulut
Sektor pertanian di dalamnya perkebunan ini menyumbang 23 persen Pendapatan Domestik Regional Bruto.
Olly bahkan menggaungkan Gerakan Torang Bangga Jadi Petani. Torang Bangga Jadi Petani ini merupakan seruan sub tema dari Gerakan Mari Jo Ba Kobong yang sudah dicanangkan sebelumnya.
Permintaan CCO
Harga komoditi Kopra ini merangsek naik, seiring permintaan pasar terhadap Crude Coconut Oil (CCO)
Kadis Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulut, Edwin Kindangen mengatakan bahwa tren kenaikan harga komoditi Kopra diharapkan terus membaik.
"Harga Kopra akan naik terus, karena ikut ditentukan pasar. Apalagi permintaan konsumen di pasar terhadap CCO terus bertambah. Ini tren positif bagi komoditi Kopra kita di Sulut," kata Kindangen.
Baca juga: Ketua Komisi III DPRD Kotamobagu Minta Dinas Pendidikan Latih Guru Soal IT
Ia menjelaskan, naiknya harga komoditi Kopra dari harga Rp9.500/Kg menjadi Rp 9.600g akan membuat para petani Kopra bersemangat, sekaligus menepis pesimistis sejumlah kalangan.
Ia mengatakan, PT Cargill Indonesia yang merupakan eksportir CCO membeli Kopra dengan harga Rp 9.600/Kg.
"Harga Kopra di PT Cargill Indonesia, hari ini naik dari Rp 9.500/Kg menjadi Rp 9.600/Kg. Semoga harga ini akan terus naik," ungkap Kindangen
Kopra Putih
Harga kopra Sulut 'bekibar' di angka Rp 9.000 lebih per kilogram.
Sempat jatuh di awal tahun, kini perlahan harga komoditas andalan petani kelapa Sulut ini terkerek naik
"Rp 9.500 sekarang, turun sedikit sempat Rp 9.800," kata Kepala Dinas Perkebunan Daerah (Disbunda) Sulut, Refly Ngantung kepada tribunmanado.co.id, Sabtu (24/10/2020).
Baca juga: Kado Indah Jelang Hari Listrik Nasional ke-75, Warga Kawaluso, Pulau Terluar NKRI Nikmati Listrik
Harga saat ini memang sedang bagus, namun di waktu tertentu bisa turun, untuk mengantisipasi gejolak harga kopra, Refly mengatakan satu caranya, petani diimbau mulai beralih meningkatkan kualitas kopra.
Saat ini yang banyak dikembangkan petani biasa kopra yang diproduksi dengan cara diasapi (fufu).
Padahal, ada jenis kopra yang lebih berkualitas dengan nilai ekonomis lebih tinggi yakni kopra putih
"Kopra putih punya nilai ekonomis tinggi, simpan lama. Dengan Kadar air tertentu bisa tahan 1 tahun di gudang standar," ungkapnya
Kopra putih sekarang ini paling murah Rp 13.000 , bisa sampai Rp15.000 tergantung kualitas, dibanding kopra biasa Rp 9.500
Pengolahan kopra ini menggunakan sinar ultra violet atau dijemur langsung.
Baca juga: Ini Program Prioritas SS-JL Ketika Terpilih
"Sekarang sudah ada teknologi oven yang bisa mengontrol suhu. Sekitar 8 jam sudah bisa hasilkan kopra putih," ucapnya
Sebab itu Disbun Sulut audah memikirkan menfasilitasi terbentuknya Korporasi Petani Pengelola Kopra Putih.
Bantuan peralatan dan fasilitas dari pemerintah, petani bisa mulai beralih memproduksi kopra putih.
Harga kopra putih itu melonjak karena permintaan India yang hampir tidak terbatas.
"Di India dengan penduduk terbesar ketiga di dunia, per orang itu menggunakan 0,5 liter minyak nabati untuk ritual keagamaan. Kelapa dunia tidak cukup oenuhi itu, sementara menggunakan minyak zaitun mahal," katanya.
Peluang ini dimanfaafkan petani dengan memproduksi kopra putih
"Pusat pemprov kasih stimulus keroyokan produksi kopra putih. Alat pengolah, pascapanen kita siapkan Oven skala 5 Ton bisa produksi waktu 5-8 jam," ujarnya.
Namun, akan dibentuk korporasi gabungan dari asosiasi dan kelompok petani
"Kita ingin meningkatkan daya saing produk kelapa dengan kopra putih. Jangan hanya kopra biasa," kata dia. (ryo)
Baca juga: Hasil Survei Indikator dan Voxpopuli: Ganjar Pranowo Kalahkan Prabowo, Anies hingga Gatot Nurmantyo
Daftar Bantuan Pemprov ke Petani Sektor Perkebunan
Daftar Bantuan Pemprov Sulut
Perluasan Tanaman Kelapa Genjah Pandan Wangi
- 600 cikal bibit kelapa panda wangi
- 600 kg Pupuk NPK
Perluasan Tanaman Kelapa Genjah di Pekarangan
- 2.000 cikal bibit kelapa Genjah
- 12.500 kg pupuk organik
Peremajaan kelapa 600 Ha
- 72.000 batang Bibit kelapa
- 240 unit knapsack
- 500 liter herbisida
- 18.000 pupuk NPK
Perluasan Tanaman Pala 300 Ha
- 30 buah Mesin potong rumput
- 45.000 kg pupuk organik
- 36.000 batang benih pala siap tanam
Rehabilitasi Tanaman 150 Ha
- 150 liter Pestisida
- 9.750 kg pupuk organik
- 9.750 benih siap tanam
Penyediaan alat pasca panen kelapa
- 3 buah Terpal
- 1 paket alat pencungkil kelapa
- 1 unit Rumah pengering
Fasilitasi pengolahan
- 2 unit mesin parut
- 2 unit mesin press santan
- 2 unit coocing oil plan
- 2 unit mesin pencungkil kelapa
- 2 unit continous bend sealer
- 2 unit mesin filling
- 2 unit peralatan pendukung
- 2 unit sarana bangunan UPH
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/olly-dondokambey-senang.jpg)