Penanganan Covid
Hadapi Pandemi Covid-19, Vaksin Jadi Hal yang Penting, Bagaimana Cara Membuatnya? Ini Penjelasanya
Pandemi virus corona yang sampai saat ini masih melanda Indonesia. Bahkan seluruh dunia sedang berjuang melawan Covid-19.
Meski beberapa di antaranya terbuat dari patogen, vaksin tidak akan membuat kita jatuh sakit.
Bahkan, sangat kecil kemungkinan vaksin memicu reaksi fisik yang parah. Sebagian besar vaksin bekerja dengan meminimalisasi risiko kita mengalami infeksi.
Misalnya, vaksin influenza mengurangi risiko terkena flu sebesar 40 hingga 60 persen.
Jadi, masih ada kemungkinan kita bisa terserang infeksi meskipun sudah mendapatkan vaksin.
Akan tetapi, vaksin membantu mencegah agar kita tidak mengalami komplikasi parah akibat infeksi.
Selain itu, vaksin juga membantu kita untuk mencapai herd imunity atau kekebalan kelompok.
Pasalnya, patogen penyebab penyakit tidak dapat menyebar ketika sebagian besar orang dalam satu komunitas mendapatkan vaksin.
Tata cara pengembangan vaksin
Sama seperti obat-obatan lain, vaksin juga dikembangkan lewat proses penelitian ilmiah dan verifikasi yang panjang sebelum diedarkan untuk masyarakat.
Menurut data Cleveland Clinic, pengembangkan vaksin kurang lebih memerlukan waktu hingga 10 tahun.
Tahap-tahap pembuatan vaksin seperti berikut:
1. Penelitian eksplorasi dan pra-klinis
Tahap ini dimulai dengan pemeriksaan laboratorium, di mana para ilmuwan mencoba memahami dan mencari tahu bagaimana cara patogen tersebut bekerja untuk menghasilkan antibodi melawan infeksi.
Setelah itu, peneliti mulai mengujikannya dalam kultur sel dan hewan.
Agar bisa dilakukan uji coba ke manusia, vaksin tersebut harus mendapatkan persetujuan dari badan berwenang, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin.jpg)