Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita di Bolmong

Sambut Kimong, Madrasah Sediakan Guru Bahasa China

Kakanwil Kemenag Bolmong Mochtar Bonde mengatakan, bahasa China siap diadakan pada tahun ajaran berikutnya.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Yasti Soepredjo Mokoagow 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kanwil Kemenag Bolmong merespon positif permintaan Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow untuk mengadakan pelajaran bahasa China di Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) Lolak, Bolmong.

Kakanwil Kemenag Bolmong Mochtar Bonde mengatakan, bahasa Cina siap diadakan pada tahun ajaran berikutnya.

"Kita upayakan," kata dia kepada Tribun Manado di ruang kerjanya Senin (19/10/2020) siang.

Sebut Bonde, pihaknya tak bisa langsung mengadakan tahun ini karena perlu menyiapkan infrastruktur seperti guru.

Untuk guru, ujarnya, harus direkrut sesuai dengan prosedur yang berlaku di MAKN.

Baca juga: BLT UMKM Rp 2,4 Juta Diperpanjang hingga Desember 2020, Simak Ini Cara dan Syarat Pendaftaran!

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Magrib Sendiri di Rumah, Lengkap Tata Cara Sholat serta Doa Iftitah Pendek

"Kita tak bisa sembarangan rekrut guru. Harus diseleksi," katanya.

Bonde menilai usul Yasti sangat brilian.

Yasti bisa mengantisipasi datangnya era industrialisasi dengan menciptakan SDM yang berkualitas.

"Selama ini siswa MAKN dibekali bahasa Inggris dan Arab. Akan lebih baik lagi jika ditambah dengan bahasa Cina. Mereka bisa go international," katanya.

Diketahui Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow minta agar MAKN menyiapkan guru bahasa Cina saat meletakkan batu pertama pembangunan MAKN pekan lalu.

"Saya minta disediakan guru bahasa mandarin untuk menyambut kawasan industri
mongondow ( Kimong)," katanya.

Sebut Yasti, pihaknya sudah melakukan MOU dengan pemerintah Indonesia dan pemerintah Cina untuk pembangunan Kimong.

Nilai investasinya mencapai 150 Triliun menurut kurs dolar saat ini.  "Kimong akan membutuhkan anak - anak dengan kecakapan khusus," katanya.

Dikatakan Yasti, Kimong nantinya tak hanya dimasuki investor Cina.

Tapi juga Jepang dan Korea. "Industri yang dibangun adalah dari hulu dan hilir, jadi ini tantangan bagi kita," kata dia. (art)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved