Berita Kotamobagu
Petani dan Pedagang Ikan Dapat Bibit Ikan, Pangan, Juga Cool Box
Petani dan pedagang ikan di Kota Kotamobagu dapat bantuan dari provinsi. Bantuan yang diberikan berupa benih ikan, pakan, dan cool box.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Petani dan pedagang ikan di Kota Kotamobagu dapat bantuan dari provinsi.
Bantuan yang diberikan berupa benih ikan, pakan, dan cool box.
Hj Tatong Bara Wali Kota Kotamobagu yang menyerahkan bantuan tersebut kepada perwakilan petani dan pedagang, di Aula Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kotamobagu, Sabtu (17/10/2020) kemarin.
Penyerahan bantuan tersebut disaksikan oleh Tineke Adam, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, serta perwakilan Kejaksaan dan Inspektorat Provinsi, juga beberapa pejabat Pemkot Kotamobagu.
Baca juga: Gadis Cantik Noni Sulut Intelegensia, Hanna Imbar, Promosikan Wisata Sulut
Baca juga: Bawaslu Minut Ingatkan Netralitas ASN dan Perangkat Desa
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Kantor Bupati Boltim Akan Disemprot Disinfektan
Bantuan berupa bibit ikan nila diberikan kepada 38 pembudidaya, masing-masing mendapatkan 1153 ekor.
Juga pakan sebanyak 10,562 ton di dalam 350 karung, masing-masing menerima 140 kilogram pakan apung dan 137 kilogram pakan tenggelam.
Untuk cool box diberikan kepada 10 pedagang ikan, masing-masing satu. Tiap cool box berkapasitas 220 liter.
Baca juga: BREAKING NEWS: Angin Kencang, Wakil Bupati Bolmut Nyaris Tertimpa Tenda di Acara Nikah
Baca juga: Hujan Lebat Menyebabkan Pohon Roboh di Kombos Timur dan Menimpa Satu Unit Mobil
Tineke Adam mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan program dari Gubernur Sulawesi Utara.
"Kena saat ini kita alami bencana pandemi Covid-19, yang menerpa semua lini, termasuk masyarakat Kotamobagu yang sekarang menerima bantuan ini, semoga dapat membantu untuk menggerakkan usaha ekonomi Kotamobagu umumnya, untuk menuju Sulut lebih hebat," katanya.
Ia juga berharap, dengan bantuan, dapat membantu sedikit untuk mengatasi kesulitan yang dialami di masa pandemi Covid-19.
Baca juga: Link Kartu Prakerja Palsu dan Kartu Indonesia Pintar Beredar, Ternyata Begini Bedakan Situs Palsu
"Ada petani ikan yang bilang, stok ikan meraka ada, tapi daya beli masyarakat kurang, sehingga banyak yang belum terjual, makanya kami bantu dengan pakan ikan, supaya bisa panen lebih alam, sampai bisa terjual semuanya," jelasnya.
Ia mengatakan, untuk pasar, Sulawesi Utara sudah membuka ekspor ikan ke Jepang, satu di antaranya adalah komoditas ikan nila.
"Setiap Rabu malam, kita ekspor ikan termasuk nila ke Jepang dalam bentuk beku. Sehingga kalau ada kelebihan stok ikan nila tidak terserap masyarakat lokal, bisa untuk diekspor," jelasnya.
Baca juga: Saki Hati & Sering Ditantang Berkelahi, Pria Ini Tembak Tetangganya Pakai Senapan Angin hingga Tewas
Bantuan yang diberikan juga sebagai pemicu petani dan pedagang ikan, untuk tetap berusaha, giat dengan usaha, supaya ekonomi tetap jalan.
"Tapi tetap waspada Covid 19, karena kita tidak ingin meninggal dunia lantaran Covid 19, tetap rajin mencuci tangan, jaga jarak, dan pakai masker," jelasnya.
Sementara itu, Hj Tatong Bara bersyukur kedatangan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut untuk memberikan rejeki berupa bantuan untuk petani pembudidaya ikan air tawar.
"Kami berterima kasih terhadap bantuan yang sudah diberikan kepada petani dan pengelola pasar ikan," jelasnya.
Tentu bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu khususnya petani.
Di tengah pandemi semua merasakan dampaknya, terutama petani, akan kami terima dan akan peruntukkan yang dimaksud guna, yaitu membantu yang terkena dampak Covid-19.
Baca juga: Kisah Nyata Perburuan Osama Bin Laden Akan Tayang di Bioskop Trans TV, Film Code Name: Geronimo
"Bantuan ini sangat menyentuh petani ikan, dan semoga bisa membantu kita semua tetap eksis menghasilkan, dan tidak masuk dalam keterpurukan di masa pandemi," jelasnya.
Ia berharap, semoga dengan bantuan tersebut juga, ikan nila Kotamobagu sudah bisa mulai diekspor, dan bisa memberi gairah untuk meningkatkan produksi ikan, sehingga mencapai klasifikasi ekspor.
"Kalau bisa, kita diberikan bantuan lebih banyak, lebih baik, dan khususnya untuk mesin pembuat pakan ikan, supaya kita buat pakan ikan organik," jelasnya.
Ia juga mengatakan, akan meningkatkan koordinasi dengan pihak pengembang perikanan, supaya tak hanya nila, namun ikan jenis lain juga. (Amg)
Baca juga: Anak Muda Penggal Seorang Guru di Jalanan, Nasibnya Berakhir Tragis Kemudian, Identitasnya Terungkap
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/petani-dan-pedagang-ikan-dapat-bibit-ikan-pangan-juga-cool-box.jpg)