Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Monyet Tawuran

Dua Geng Monyet Terlibat Tawuran, Dinding Rumah Sampai Roboh, Sejumlah Orang Tewas

Menurut pusat penelitian primata yang dikelola pemerintah, lebih dari 1.000 kasus gigitan monyet dilaporkan setiap hari di kota-kota di India.

Editor: Indry Panigoro
Youtube
Populasi monyet di India yang berlebihan menyebabkan mereka turun ke jalan mencari makanan. Bahkan dilaporkan dua kelompok monyet terlibat tawuran. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akibat perkelahian para monyet, sejumlah orang diberitakan tewas.

Diketahui, telah terjadi bentrokan dua kelompok monyet di India. Bentrokan tersebut terjadi dalam tiga bulan terakhir.

Adapun menurut sebuah laporan, sedikitnya tujuh orang jadi korban tewas dalam bentrokan dua kelompok primata itu.

Dalam laporan berita yang diterbitkan VICE News, pada 6 Oktober 2020, pria bernama Laxman Tulsiani, seorang pedagang emas, dan Veera, seorang tukang kunci, sedang memeriksa lokasi bangunan di Kota Agra, Uttar Pradesh, India.

Bentrokan monyet besar-besaran terjadi di lingkungan tersebut.

Akibatnya kedua pria tertimpa dinding karena ulah primata itu.

Baca juga: Yaki dan Monyet Terjaring Operasi Sapu Jerat

Keduanya dilarikan ke rumah sakit, namun Laxman dan Veera dinyatakan meninggal oleh tim dokter karena alami cidera parah.

Pada bulan Juli 2020, sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang juga menjadi korban tewas setelah kedua kelompok monyet itu terlibat bentrokan.

Pada waktu itu, mereka sedang tidur di rumah dan tiba-tiba dinding rumah mereka "diguncang dengan keras" oleh pasukan monyet yang berkelahi di distrik Shahjahanpur, Uttar Pradesh.

Dengan populasi monyet lebih dari 50 juta, setidaknya ada 13 kematian yang disebabkan oleh bentrokan monyet yang ganas di seluruh India sejak 2015.

Menurut pusat penelitian primata yang dikelola pemerintah, lebih dari 1.000 kasus gigitan monyet dilaporkan setiap hari di kota-kota di India.

“India telah menghadapi ancaman monyet sejak akhir 80-an. Sebelumnya, manusia dan primata hidup berdampingan dengan damai tanpa konflik, ” kata Dr Iqbal Malik, dikutip VICE News, Selasa (13/10/2020).

Dr Iqbal Malik adalah seorang ahli primata yang memiliki pengalaman selama 40 tahun untuk mempelajari spesies monyet di India.

Ia menunjukkan berbagai alasan di balik memburuknya hubungan antara manusia dan primata.

“Kurangnya kontrol populasi manusia dan monyet, menipisnya kawasan hutan yang bisa menjadi habitat monyet, dan beralih ke pertanian monokultur telah menyebabkan meningkatnya persaingan dan agresi di antara monyet, Agresi ini kemudian berlanjut ke manusia, terutama dalam kasus ketika tanah yang dihuni monyet dirampas oleh pihak berwenang,” terangnya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved