Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dua Pekerja Bangunan Tewas Tertimbun Longsor Saat Bangun Rumah di Pinggir Tebing

Seketika itu dua orang pekerja bangunan bisa berlari menyelamatkan diri. Hanya saja dua orang kuli bangunan lainnya tewas tertimbun tanah.

(DOKUMEN BPBD KUDUS)
Suasana evakuasi dua pekerja bangunan yang tewas terkubur material tanah longsor di Dukuh Keben, Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (12/10/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bencana longsor menewaskan beberapa pekerja bangunan.

Jumlah kasus longsor sepanjang 2019 sebanyak sembilan kasus, sedangkan per Agustus 2020 jumlah kasus sudah mencapai 25 kasus.

Mayoritas kasus longsor terjadi di Kecamatan Gebog dan Dawe yang lokasinya berada di ketinggian dengan tekstur tanah gembur. 

Dua pekerja bangunan tewas terkubur material tanah yang longsor saat mengerjakan fondasi rumah di Dukuh Keben, Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Orang Tua Murid Kaget Lihat Grup WA, Bukan Materi Pembelajaran yang Dikirim Guru, Ternyata Video Ini

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Budi Waluyo menyampaikan, sekitar 09.00 WIB, kedua korban beserta dua pekerja bangunan lainnya sedang membuat fondasi rumah di sekitar tebing. 

Namun naas, tebing setinggi 10 meter di atas para pekerja bangunan itu mendadak longsor.

Seketika itu dua orang pekerja bangunan bisa berlari menyelamatkan diri. Hanya saja dua orang kuli bangunan lainnya tewas tertimbun tanah.

"Dua orang tewas tertimpa longsor dan dua orang selamat. Saat itu mereka sedang menggarap terasering rumah tepat di bawah tebing," kata Budi saat dihubungi Kompas.com.

Kedua korban yakni Riyan Permana Putra (19) dan M Najib (22) yang tercatat sebagai warga Desa Soco. 

Menurut Budi, kedua korban ditemukan oleh petugas gabungan (BPBD Kudus, TNI dan Polri) dalam keadaan sudah meninggal dunia tertimbun tanah setebal 2 meter.

Adapun proses evakuasi untuk pengerukan tanah dilakukan secara manual dengan dibantu pengoperasian satu unit alat berat.

"Kedua korban ditemukan sekitar pukul 11.30 atau dua setengah jam setelah kejadian. Korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Kami imbau warga di lokasi rawan longsor untuk berhati-hati memasuki penghujan," kata Budi.

Baca juga: Gubernur Jateng Temui Buruh yang Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ganjar: Kui Tamanku Ojo Diidak-idak

Tanah Gembur

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus,? jumlah kasus longsor mengalami peningkatan.

Jumlah kasus longsor ? sepanjang 2019 sebanyak sembilan kasus, sedangkan per Agustus 2020 jumlah kasus sudah mencapai 25 kasus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved