UU Cipta Kerja
Amien Rais: Dari Rezim Soeharto hingga Jokowi Ini yang Terjadi, Bung Karno Pernah Bilang Begini
Pendiri Partai Ummat, Amien Rais menyatakan ikut mendukung aksi mahasiswa dan buruh yang menolak Umnibus Law, UU Cipta Kerja
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pendiri Partai Ummat, Amien Rais menyatakan ikut mendukung aksi mahasiswa dan buruh yang menolak Umnibus Law, Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan DPR RI.
Mantan Ketua MPR, Amien Rais meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Undang-Undang Cipta Kerja, karena dapat membahayakan Republik Indonesia.
"Pak Jokowi cabut segera undang-undang yang berbahaya itu, karena anda adalah pemprakarsa utama dan pertamanya," kata Amien dalam akun Youtube miliknya, Jakarta, Jumat (9/10/2020).
Amien mencontohkan persoalan investor asing yang masuk ke Indonesia, seperti Freeport McMoran yang sudah lama ada di Papua, dengan leluasa berbuat apa saja di dalam negeri.
"Dari rezim Soeharto sampe rezim Jokowi, penghancuran lingkungan, penipuan pajak, dan pelanggaran HAM, tidak pernah disentuh pemerintah Jakarta," ucap Amien.
"Saya kadang-kadang bingung, DNA macam apakah yang sesungguhnya itu ada dalam tubuh bangsa Indonesia?," sambungnya.
• Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 9 Oktober 2020, Capricorn Berhati-hati Tak Terlalu Heboh dan Ceria
• Sulut Perluas Area Mangrove 250 Hektare, Pjs Gubernur Ingatkan Ubah Perilaku Rusak Lingkungan
• Kisah Haru 2 TNI yang Tak Diberangkatkan Jenderal Andika Perkasa ke Papua Karena Kondisi Anak Mereka
Menurut Amien, Bung Karno pernah mengingatkan Indonesia itu merupakan bangsa besar, istilahnya bukan bangsa kintel, atau bangsa kodok.
"Mengapa rezim Jokowi dan DPR tega memproduksi Omnibus Law tanpa memperhatikan kepentingan rakyat," kata Amien.
Amien melihat produk UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR bersama pemerintah, membuat 35 investor asing yang bernurani berteriak keras dengan menyebut undang-undang itu sesungguhnya tidak diperlukan.
"Mengapa? Karena akan berdampak pada kehancuran lingkungan, atau ecocida. Menghancurkan dan membunuh lingkungan hidup," papar Amien.
Kemudian, Amien pun menyinggung di dalam letiratur politik terdapat istilah pemerintah yang tuli, bisu, dan buta.
"Mengapa mereka tuli dan buta terhadap kebenaran? Bahkan mereka berani menantang dan melawan kebenaran," ucap Amien.
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Theresia Felisiani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/amien-rais-dirikan-partai-baru-bernama-partai-ummat.jpg)