Visa Prabowo
Hampir 20 Tahun Dicekal, Akhirnya Prabowo Subianto Diterima Amerika Serikat, Dijadwalkan Kunjungi AS
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akhirnya sudah bisa masuk Amerika Serikat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akhirnya sudah bisa masuk Amerika Serikat.
Diketahui hampir 20 tahun Prabowo dicekal AS dengan tak menerbitkan visanya.
Namun kini setelah hampir dua dekade ini dari Departemen Luar Negeri Amerika akhirnya mengeluarkan Visa untuk Menhan Prabowo Subianto.
• Di Mata Najwa, Bahas UU Cipta Kerja, Haris Azar Kritik Supratman: Berlindung Dibalik Wajahnya Jokowi
• Ibu Sule Menangis Saat Bertemu Nathalie Holscher: Mungkin Karena Gue Nggak Sendiri Lagi
• NHS Inggris dan Universitas Oxford Bersaing Temukan Vaksin Covid-19, November 2020 Beredar

Akhirnya Prabowo Diterima Amerika Serikat, Ini Fakta Penting di Balik Pencabutan Pencekalan
Setelah hampir 20 tahun dicekal, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan Visa kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Pemberian visa ini kali pertama dilaporkan media politik ternama Amerika Serikat, Politico, Selasa (6/10/2020), dengan mengutip seorang sumber di lingkungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Setelah visa AS terkantongi, Prabowo dikabarkan akan berkunjung ke Negeri Paman Sam pada akhir bulan ini.
"Prabowo diperkirakan akan berkunjung sekitar akhir bulan ini," tulis Politico yang dikutip Kompas.com, Rabu (7/10/2020).
Namun demikian, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri enggan berkomentar terkait pemberian Visa kepada Prabowo.
Alasannya, karena hal itu menyangkut aturan kerahasiaan yang mengatur Visa seseorang.
Amerika mencekal Prabowo pada 2000 karena dianggap terlibat dalam pelanggaran HAM penculikan dan penghilangan aktivitis dengan menggerakkan Tim Mawar bentukannya setelah Presiden Soeharto lengser.
Sebuah laporan harian New York Times mengatakan, tahun 2000, Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo Subianto yang pangkat terakhirnya di militer adalah letnan jenderal, untuk menghadiri wisuda anaknya di Boston.
Prabowo mengatakan kepada Reuters pada 2012 bahwa ia masih ditolak untuk mendapatkan visa AS karena tuduhan bahwa dirinya menghasut kerusuhan yang menewaskan ratusan orang setelah penggulingan Soeharto.
Irawan Ronodipuro, Juru Bicara Urusan Luar Negeri Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada This Week In Asia South China Morning Post (SCMP), membenarkan Amerika sudah mencabut pencekalan dan Prabowo akan bertemu Menteri Pertahanan AS Mark Esper "sekitar November".
“AS menyadari bahwa Indonesia adalah sekutu strategis di Indo-Pasifik, karena kami juga memahami peran penting yang dimainkan [AS] dalam memastikan kawasan yang damai dan stabil,” kata Ronodipuro, membeber alasan pencabutan pencekalan Prabowo ke Amerika.