Nasional
Fadli Zon Sindir Politisi PDIP, Tengku Zulkarnain: Lama-lama Kalian Bilang Nabi Muhammad Tokoh Asing
Pernyataan Ahmad Basarah dikritik oleh sejumlah tokoh. Fadli Zon berikan
Penulis: Frandi Piring | Editor: Frandi Piring
TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu politisi PDIP yakni Ahmad Basarah mendapat kritikan setelah pernyataan yang menyinggung salah tokoh Islam dunia.
Berawal dari buku pembelajaran tentang tokoh Islam Muhammad Al Fatih yang diberlakukan untuk dipelajari di daerah Bangka Belitung.
Ahmad Basarah yang juga merupakan Wakil Ketua MPR RI sampai tak habis pikir jika buku tersebut diharuskan untuk dipelajari.
Pernyataan Ahmad Basarah pun dikritik oleh sejumlah tokoh.
Salah satunya, Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain tak habis pikir dengan pernyataan Politikus PDIP itu
yang mengatakan Muhammad Al Fatih itu tokoh asing.
“Tokoh PDIP, Ahmad Basarah mengatakan Muhammad Al Fatih itu tokoh asing.
Lebih belajar sejarah tokoh Indonesia.” tulis Tengku Zul di twitter, Senin (5/10).
Tengku Zulkarnain mengatakan, Muhammad Al Fatih itu bukan tokoh asing.
Ia merupakan tokoh Islam dunia yang terkenal.
Tengku Zulkarnain merasa khawatir, di mana ke depan ada yang bilang Nabi Muhammad adalah tokoh asing.
“Wahai Basarah, Muhammad Al Fatih itu Tokoh Islam Dunia.
Nanti lama lama kalian bilang Nabi Muhammad, Sayyidina Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali Ra, juga tokoh asing.” Kata Tengku Zul.
Kritikan lainnya juga datang dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.
Fadli Zon menceritakan tentang Sultan Mehmet II atau Fatih adalah pahlawan besar umat Islam menaklukkan Konstantinopel pada 1453.
Ketika menaklukan konstantinopel, Al Fatih baru berusia 21 tahun.
"Waktu itu usianya masih 21 tahun. Kok Bro Basarah takut siswa membaca buku ini?
Salah satu menifestasi 'Islamofobia' yang menjangkiti kalangan tertentu," cuit Fadli Zon dalam akun Twitter-nya
yang dikutip pada Minggu, 4 Oktober 2020.
Melansir CNN Indonesia, seperti diberitakan, Ahmad Basara mengkritik kepala dinas Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung (Babel) Muhammad Soleh.
Pasalnya, Kadis Pendidikan Babel yang mewajibkan siswa untuk membaca buku Muhammad Al Fatih yang ditulis oleh Felix Siuaw.
Ahmad Basara menanggapi, masih ada sederet nama tokoh nasional yang bisa diteladani atau dipelajari.
Ahmad Basarah mengaku tak habis pikir bahwa tokoh bangsa asing wajib dipelajari.
Ia menganggap Al Fatih adalah tokoh asing.
“Saya tidak habis pikir, jika alasan mewajibkan buku tokoh bangsa asing ini adalah agar para siswa
meneladani kepahlawanan dan kepemimpinan tokoh-tokoh di masa lalu,
padahal masih banyak keteladanan dan ketokohan pahlawan nasional yang layak dibaca,” kata Basarah lewat siaran pers yang dikutip CNN Indonesia, Sabtu (3/10).
“Apa kurangnya ketokohan Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, K.H. Hasyim Asy’ari, Bung Karno, Bung Tomo,
atau ketokohan Jenderal Soedirman? Kisah-kisah keteladanan
mereka lebih punya alasan untuk siswa dan siswi diwajibkan membacanya,” jelas Ahmad Basarah.
(tribunmanado.co.id)
Berita Terkait:
• Fadli Zon Ungkap Kebohongan soal Sejarah PKI Termasuk Kolonel Latief yang Beri Laporan ke Soeharto
• PDIP Ajukan Agustine dan Hilman Gantikan AA-RS, Pengganti Honandar Tunggu Putusan DPP