Breaking News
Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolmong

Kisah Warga Berambut Merah dan Mata Coklat di Bolmong, Rambut Merah Ada di Mana - mana

Rambut merah membuat mereka nampak modis. Tapi banyak diantara mereka yang malah minder.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Indry Panigoro
Tribun manado / Arthur Rompis
Kisah Rambut Merah dan Mata Coklat di Bolmong 

Rasa perihnya bertubi tubi bilamana mereka hidup jauh di komunitasnya.

Seperti pengalaman

Kisah Rambut Merah dan Mata Coklat di Bolmong
Kisah Rambut Merah dan Mata Coklat di Bolmong (Tribun manado / Arthur Rompis)

Sandi Pobela.

Nyaris saja ia hitam rambutnya karena tak tahan diledek.

"Saya sempat mau cat hitam," katanya.

Ia menuturkan ledekan terjadi hampir pada tiap periode hidupnya. Saat sekolah, ia sering disebut anak kompeni.

"Mereka sebut saya orang aneh," kata dia.

Di saat kuliah, gangguan datang dari dosennya.

Sang dosen menarik rambutnya keras keras.

"Ia tak percaya jika ini warna rambut asli, makanya dia tarik," kata dia.

Ia bercerita sedari kecil dirinya berambut merah.

Dia menduga itu bawaan dari kakeknya.

Sang adik, sebut dia, lebih aneh lagi. Rambutnya kuning.

Matanya seperti berkilat bila kena cahaya.

Sempat minder, kini ia lebih percaya diri. Dia menyadari keunikan itu sebagai berkat bukan kutukan.

"Saya kini lebih percaya diri," kata dia.

Rubinah Mokoginta, warga lainnya juga sempat tak percaya diri dengan rambut merahnya. Dia pun mengecat rambutnya. Keajaiban terjadi.

"Tak sampai beberapa jam kembali hitam," kata dia.

Tiga kali ia mencoba. Hasilnya sama saja. (art)

Kunjungi channel Youtube kami:

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved