Peristiwa G30S
Kisah Cinta Pierre Tendean & Rukmini Chamim, Panggilan Sayang 'Mimin' hingga Rela Pindah Agama
Harapan sang menikahi sang kekasih, Nurindah Rukmini Chamim, harus pupus lantaran gugur terlebih dahulu pada 1 Oktober 1965.
Lampu hijau dirasakan Pierre awal Juli 1965 saat melihat adiknya, Roos, yang akan menikah dengan seorang muslim direlakan ayah mereka pindah agama.
Sejak itu Pierre selalu membahas peresmian pernikahannya dengan Mimin yang direncanakannya di satu hari bulan Desember 1965, terutama dengan Ibu Sunarti Nasution.
Ia bahkan sudah menyampaikan ke ayahnya, AL Tendean, soal kemantapannya ikut keyakinan Mimin.
5. Bersemangat bahas rencana pernikahan
Bahkan di sore terakhir hidupnya, sebelum ia diculik & dihabisi dengan keji saat peristiwa G30S, ia terus saja semangat membahas rencananya itu dengan adik iparnya, Jusuf Razak.
Pertemuan terakhir Pierre dan Mimin terjadi pada 31 Juli 1965 saat Pierre mendampingi Jenderal AH Nasution tugas ke Medan.
Pierre masih menerima telegram terakhir dari Mimin pada 30 September 1965 malam.
Bagaimana Kehidupan Rukmini Setelah Ditinggal Wafat Pierre
Tujuh tahun berselang setelah kematian Pierre, Mimin menemukan jodohnya kembali tahun 1972, seorang karyawan bank swasta.
Mereka dikaruniai 3 anak dan 5 cucu.
Suami Mimin wafat tahun 2014 dan anak perempuan satu-satunya juga telah mendahului.
Sebelum wafat, Mimin tinggal di Bekasi bersama 3 cucunya.
Rukmini jatuh sakit cukup berat sejak akhir Maret 2019 sebelum akhirnya wafat tahun 2019.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Asmara Pierre Tendean-Rukmini Chamim, Awal Perkenalan Hingga Telegram Terakhir 30 September Malam, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/10/01/asmara-pierre-tendean-rukmini-chamim-awal-perkenalan-hingga-telegram-terakhir-30-september-malam?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pierre-tendean-dan-kekasihnya-rukmini-chamim-345363.jpg)