G30S PKI

Pengakuan Algojo 1965, Pembantaian Massal Anggota & Tertuduh PKI di Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah

Seusai kejadian G30S, konflik yang berujung pembunuhan terjadi di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Editor:
Tribun Jogja/ist
Kesaksian Personel KKO AL Pengangkat Jenazah Korban G30S/PKI di Lubang Buaya, Bau Busuk Mayat Sampai Buat Tak Bisa Makan 2 Hari 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa Gerakan 30 September 1965 / G30S 1965 menyisakan luka yang mendalam.

Bagaimana tidak, banyak yang jadi korban dalam peristiwa yang menjadi sejarah kelam Indonesia ini.

Bahkan, peristiwa ini menyisakan luka bagi mereka yang terlibat baik sebagai pelaku maupun korban.

Merespon peristiwa G30S, hadir kebijakan pemberantasan terhadap orang-orang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) dan para simpatisannya yang menyulut konflik sosial di Jawa dan Bali hingga menyebar ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Para pemuda memburu kaum komunis di lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah.
Para pemuda memburu kaum komunis di lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah. (Repro: Olle Tornquist, Marxistisk barlast, 1982, h. 223)

Seusai kejadian G30S, konflik yang berujung pembunuhan terjadi di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Salah satunya adalah pembantaian terhadap anggota dan yang tertuduh PKI di Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah.

Kisah pembantaian massal di Purwodadi pada mulanya sempat diungkapkan oleh Poncke Princen, yang kemudian diikuti oleh beberapa penelitian lain, seperti sejarawan Bonnie Triyana.

Narasi pembantaian massal di Grobogan, Purwodadi, jawa Tengah, Tribunnewswiki.com kutip dari Liputan Khusus Tempo edisi 1-7 Oktober 2012, 'Pengakuan Algojo 1965'.

Informasi yang dituliskan telah terlebih dahulu dilakukan verifikasi melalui beberapa sumber.

Selain itu juga telah dilakukan pengecekan apakah benar pelaku atau orang yang sekadar ingin dicap berani.

Privasi narasumber tetap diutamakan.

Pencantuman nama seseorang diperoleh melalui izin atau berita yang telah memperoleh izin.

Beberapa orang yang tak ingin disebut namanya, maka akan dicantumkan inisial.

Sedangkan foto yang terpampang adalah mereka yang telah memberikan izin gambar untuk diketahui publik luas.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved