G30S PKI

Cerita Chambali, Algojo Bantai Anggota PKI yang Ngaku Tak Percaya Tuhan: Orang PKI Tak Kenal Allah

Chambali saat itu adalah Ketua Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Tuban yang eksekusi anggota PKI Jatim. Ini Ceritanya!

Editor: Frandi Piring
Repro: Olle Tornquist, Marxistisk barlast, 1982, h.217
Orang-orang PKI dan yang dianggap sebagai PKI ditangkap oleh tentara. Sebagian ada yang dieksekusi warga, sebagian melarikan diri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah cerita dari sosok Chambali, algojo pembantai anggota PKI usai persitiwa G30S PKI 1965.

Chambali menjadi algojo eksekusi mati anggota PKI di Tuban, Jawa Timur.

Ia pun menceritakan pengalamannya di Tuban, Jawa Timur usai pecahnya Gerakan 30 September 1965 atau G30S 1965.

Kala itu, ada satu antek PKI yang dengan berani menjawab pertanyaan setelah diberi kesemptan untuk ucapkan pesan terakhir.

Tak terduga, Chambali mendengar jawaban mengejutkan dari anggota PKI tersebut. Hingga Chambali sampai gemetar dan muntah-muntah.

Bagaimana kisahnya?

Dilansir dari Tribunnews Wiki, Chambali saat itu adalah Ketua Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur, pada tahun 1964-1967.

Ia mengingat bahwa saat meletus Gerakan 30 September 1965, Kabupaten Tuban ikut bergolak.

Di Kabupaten Tuban yang adalah salah satu daerah dengan sebutan sebagai Tapak Merah.

Makna Tapak Merah mengacu pada banyaknya kecamatan di Kabupaten Tuban dengan basis PKI yang kuat.

Beberapa kecamatan dengan basis PKI adalah Kecamatan Plumpang, Palang, Soko, Semanding, Tuban Kota dan Rengel.

Selain itu, Syam Kamaruzaman, tokoh dan pejabat Politbiro PKI juga berasal dari Tuban, seperti dilansir oleh Tribunnewswiki.com, (17/9/2019).

Syam merupakan tangan kanan Aidit.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved