Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Meninggal Karena Covid19

127 Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19

Per hari ini, Selasa (29/9/2020), terdapat 127 dokter, 9 dokter gigi dan 92 perawat telah meninggal dunia.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
KONTAN
Ilustrasi tenaga medis yang menangani virus corona atau Covid-19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hingga kini, jumlah kematian tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia akibat infeksi Covid-19 kembali meningkat.

Merujuk data dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) menyebutkan bahwa per hari ini, Selasa (29/9/2020), terdapat 127 dokter, 9 dokter gigi dan 92 perawat telah meninggal dunia.

Data tersebut juga membeberkan, bahwa dari 127 dokter yang wafat, ada sebanyak 66 Dokter Umum dengan 4 dokter di antaranya merupakan guru besar, 59 dokter spesialis dengan 4 di antaranya dalah guru besar dan 2 orang residen.

Sementara, dari 9 dokter gigi tersebut, 6 dokter gigi umum dan 3 dokter gigi spesialis.

Keseluruhan dokter tersebut berasal dari 18 IDI wilayah provinsi dan 61 IDI cabang kota/kabupaten. Berdasarkan data provinsi adalah sebagai berikut.

Jawa Timur: 31 dokter
Sumatera Utara: 21 dokter
DKI Jakarta: 17 dokter
Jawa Barat: 11 dokter
Jawa Tengah: 9 dokter
Sulawesi Selatan: 6 dokter
Bali: 5 dokter
Sumatera Selatan: 4 dokter
Kalimantan Selatan: 4 dokter
Aceh: 4 dokter
Kalimantan Timur: 3 dokter
Riau: 3 dokter
Kepulauan Riau: 2 dokter
DI Yogyakarta: 2 dokter
Nusa Tenggara Barat: 2 dokter
Sulawesi Utara: 1 dokter
Banten: 1 dokter
Papua Barat: 1 dokter

Menyikapi angka kematian tenaga kesehatan yang meningkat pesat ini, Ketua Tim Protokol dari tim Mitigasi IDI, DR dr Eka Ginandjar SpPD-KKV mengatakan, hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat tidak memahami pelaksanaan aturan adaptasi kehidupan baru dan masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Eka menuturkan, munculnya klaster-klaster baru di setiap area dan bidang merupakan hal yang patut diwaspadai saat ini.

"Penggunaan masker yang baik dan benar sangat penting dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, termasuk menjaga diri kita dan orang lain yang kita sayangi dari tertular Covid-19, maka langkah 3M harus dilaksanakan," kata Eka.

Dalam menyikapi kematian tenaga kesehatan, langkah 3M dalam protokol kesehatan yang dimaksudkan yaitu sebagai berikut.

1. Memakai masker

Upayakan untuk selalu memakai masker dengn baik dan benar menjadi barrier jalur masuk dan keluar dari proses penularan Covid-19 yang menular melalui droplet atau bahkan aerosol pada kondisi ruangan dengan sirkulasi yang tidak baik.

2. Menjaga jarak fisik

Salah satu protokol kesehatan berikutnya adalah jarak aman secara fisik minimal 1 meter dengan orang lain, untuk menghindari kontak.

Anda juga sebaiknya menghindari kerumunan apalagi beraktivitas bersama dalam waktu lama dengan sirkulasi udara tertutup, termasuk makan bersama.

3. Mencuci tangan

Mencuci tangan selalu dengan air mengalir dan sabun dengan benar selama 40 sampai dengan 60 detik atau bila tidak ada dapat menggunakan handsanitizer berbasis alkohol.

"Pelaksanaan 3M ini harus dilaksanakan secara masif oleh semua orang tanpa kecuali," ujar Eka.

Dengan demikian, kata dia, penyebaran Covid-19 ini dapat dikendalikan dengan baik, sehingga dapat menekan jumlah korban, baik masyarakat maupun tenaga kesehatan dan collateral damage yang ditimbulkan terutama di bidang ekonomi, sosial dan politik tidak menjadi lebih berat.

Penampakan Pemakaman Baru Jenazah Covid-19 di Jakarta, Lokasinya Seluas 26 Hektare

Para Dosen dan Guru Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19, Rencananya Akhir Tahun Ini

Alasan Polisi Bubarkan Acara yang Dihadiri Gatot Nurmantyo: Kampanye Pengendalian Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Data Terbaru dari IDI, 127 Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved