Sabtu, 30 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Komunisme dan Sejarah PKI di Indonesia, dari Masa Perjuangan hingga Setelah G30S

Dalam film fiksi sejarah berdurasi 4 jam 31 menit itu kita tahu bahwa PKI adalah kelompok kejam dan brutal yang menyiksa para jenderal di tahun 1965.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
kissanak.wordpress.com/suratkabar.id
DN Aidit, anggota daa Ketua Partai PKI. Disebut dalan peristiwa G30S PKI 1965. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagian besar dari kita tidak tahu apa itu Partai Komunis Indonesia kecuali dari film Pengkhianatan G30S/PKI yang pada zaman orde baru wajib diputar. 

Dalam film fiksi sejarah berdurasi 4 jam 31 menit itu kita tahu bahwa PKI adalah kelompok kejam dan brutal yang menyiksa para jenderal di tahun 1965.

Hingga kini, isu kebangkitan PKI selalu saja digoreng oleh oknum-oknum tertentu demi meraih simpati massa.

Dalam artikel yang ditulis Nibras Nada Nailufar, pada zamannya, PKI adalah partai penguasa. Kader-kadernya menduduki kursi dewan dan kursi pejabat.

Di puncak kejayaannya, jumlah anggotanya mencapai 3,5 juta. Belum termasuk kader muda dan simpatisannya di seluruh Indonesia.

PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme

Baik kita jernihkan dulu beberapa terminologi yang kerap dicampuradukkan dan membuat kebingungan.

Jika kita urutkan secara linear sesuai garis waktu, dari lima terminologi di atas, yang pertama muncul adalah sosialisme.

Mengutip pejelasan Franz Magnis Suseno dalam bukunya Pemikiran Karl Marx, dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme (2003), sosialisme adalah sebuah gagasan kuno tentang kepemilikan bersama.

Gagasan ini berkeyakinan, dunia akan menjadi lebih baik jika tidak ada kepemilikan pribadi. Kekayaan dunia merupakan milik semua orang.

Konflik masyarakat, demikian keyakinan sosialisme, didasarkan atas kepentingan mengejar keuntungan pribadi. Gagasan ini sudah muncul sejak zaman Yunani Kuno.

Selanjutnya, seturut garis linear waktu, gagasan sosialisme inilah yang menjadi dasar bagi Karl Marx, seorang filosof, sosiolog, dan ahli ekonomi abad ke-19, menelurkan teori yang meramalkan keruntuhan kapitalisme akibat pertentangan kelas.

Kapitalisme secara sederhana dimengerti sebagai sistem ekonomi yang dikendalikan perseorangan demi mengejar keuntungan pribadi.

Sistem kapitalisme ini mengemuka di zaman Marx dalam wujud revolusi industri. Mesin-mesin ditemukan. Alat-alat produksi dikuasai oleh para pemilik modal dan rakyat kebanyakan bekerja kepada para pemilik modal ini sebagai buruh.

Realitas sosial era revolusi industri ini dipotret Marx dalam teori kelasnya. Ia membagi masyarakat dalam dua kelas yaitu kelas pemilik modal (borjuis) atau alat produksi dan kelas pekerja (proletar). Marx menuliskan gagasannya dalam buku yang amat terkenal: Das Kapital.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved