Breaking News:

Sejarah

Komunisme dan Sejarah PKI di Indonesia, dari Masa Perjuangan hingga Setelah G30S

Dalam film fiksi sejarah berdurasi 4 jam 31 menit itu kita tahu bahwa PKI adalah kelompok kejam dan brutal yang menyiksa para jenderal di tahun 1965.

Editor: Rizali Posumah
kissanak.wordpress.com/suratkabar.id
DN Aidit, anggota daa Ketua Partai PKI. Disebut dalan peristiwa G30S PKI 1965. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagian besar dari kita tidak tahu apa itu Partai Komunis Indonesia kecuali dari film Pengkhianatan G30S/PKI yang pada zaman orde baru wajib diputar. 

Dalam film fiksi sejarah berdurasi 4 jam 31 menit itu kita tahu bahwa PKI adalah kelompok kejam dan brutal yang menyiksa para jenderal di tahun 1965.

Hingga kini, isu kebangkitan PKI selalu saja digoreng oleh oknum-oknum tertentu demi meraih simpati massa.

Dalam artikel yang ditulis Nibras Nada Nailufar, pada zamannya, PKI adalah partai penguasa. Kader-kadernya menduduki kursi dewan dan kursi pejabat.

Di puncak kejayaannya, jumlah anggotanya mencapai 3,5 juta. Belum termasuk kader muda dan simpatisannya di seluruh Indonesia.

PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme

Baik kita jernihkan dulu beberapa terminologi yang kerap dicampuradukkan dan membuat kebingungan.

Jika kita urutkan secara linear sesuai garis waktu, dari lima terminologi di atas, yang pertama muncul adalah sosialisme.

Mengutip pejelasan Franz Magnis Suseno dalam bukunya Pemikiran Karl Marx, dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme (2003), sosialisme adalah sebuah gagasan kuno tentang kepemilikan bersama.

Gagasan ini berkeyakinan, dunia akan menjadi lebih baik jika tidak ada kepemilikan pribadi. Kekayaan dunia merupakan milik semua orang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved