Kamis, 21 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Para Tokoh Dibalik Insiden Perobekan Warna Biru Bendera Belanda di Hotel Yamato, 19 September 1945

Setelah proklamasi kemerdekaan, Pemerintah Indonesia gencar-gencarnya memberikan informasi kepada rakyat mengenai makna kemerdekaan.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
surabaya.go.id
Reka ulang perobekan bendera Belanda di pucuk tiang menara Hotel Majapahit. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - 19 September 1945, 74 tahun yang lalu beberapa pemuda Surabaya menaiki atap hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit Surabaya), dan merobek warna biru bendera Belanda yang dikibarkan di hotel tersebut.

Para pemuda ini geram dengan Belanda yang dianggap melakukan pengibaran bendera secara semena-mena.

Pasalnya, Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan sebulan sebelumnya.

Selain itu, Indonesia sedang fokus menggalakkan semangat kemerdekaan ke semua wilayah di Indonesia.

Akibatnya, muncul inisiatif dari arek Surabaya untuk merobek bendera tersebut. Peristiwa ini sekaligus menjadi momentum yang pemicu peristiwa 10 November 1945, yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Belanda membawa petaka

Setelah proklamasi kemerdekaan, Pemerintah Indonesia gencar-gencarnya memberikan informasi kepada rakyat mengenai makna kemerdekaan.

Bendera Merah Putih ditetapkan sebagai bendera nasional. Selanjutnya, pemerintah melakukan sosialisasi bendera negara ke semua wilayah.

Surabaya pun menjadi salah satu kota yang ramai mengibarkan bendera Merah Putih ke berbagai sudut kota. Patriotisme dan kebanggaan akan merdekanya Indonesia menjadi alasan utama.

Di satu sisi, Sekutu yang telah memenangkan Perang Dunia 2 ingin mengambil kembali wilayah jajahan dari Belanda, yang merupakan salah satu anggota.

Tentara Inggris datang dan tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) untuk melucuti tentara Jepang.

Pihak Inggris juga membawa misi untuk mengembalikan Indonesia kepada administrasi Pemerintahan Belanda. Perwakilan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris.

Kota Surabaya tak lepas dari jangkauan pihak Sekutu. Sekelompok orang Belanda pada 18 September 1945 diketahui mengibarkan bendera Belanda (Merah Putih Biru) tanpa persetujuan Pemerintah Indonesia di Surabaya.

Tepat di tiang paling atas Hotel Yamato, bendera itu berkibar malam harinya. Paginya, ketika arek Surabaya melihat bendera, mereka langsung marah dan murka.

Belanda dianggap tak menghargai usaha dari rakyat Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaan. Para pemuda Surabaya pagi hari bersitegang dengan orang-orang Belanda di Hotel Yamato karena bendera itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved