Doa Doa
Doa Melihat Ular, Cara Mengusir Hewan Berbahaya, Lengkap Bahasa Arab dan Terjemahannya
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya"
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernahkah kamu melihat ular berbisa? Sebagian besar dari kita pasti akan takut melihat ular apalagi yang ular berbisa yang mematikan.
Selain dengan usaha untuk mengusir ular, dalam Islam diajarkan berdoa agar terhindar sekaligus mencegah ular masuk di lingkungan rumah kita.
Dilansir dari fiqihmuslim.com, berikut ini beberapa doa yang bisa dibaca ketika menghadapi berbisa ular yang mengganggu dan agar terhindar dari gangguan hewan buas.
Simak bacaan doa ini yang bisa kamu lafalkan supaya terhindar dari hal-hal buruk ular berbisa mematikan.
• Doa Meminta Kecukupan dengan yang Halal
Doa 1
"A'udzu bikalimatillahittammati min syarri maa khalaq"
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya"
Diriwayatkan bahwa "Barangsiapa membaca doa ini pada sore hari sebanyak tiga kali, tidak berbahaya baginya sengatan (binatang berbisa) pada malam itu," HR. Ahmad, An-Nasai.
Doa 2
Doa ini dibaca ketika berada ditempat terlihat ada ular atau hewan yang berbahaya lainnya.
"Salamun alaa nuhin fil aalamiin" (QS As-Saaffaat 37:79).
Artinya: "Kesejahteraan/kedamaian dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam".
Doa 3
"Salaamun 'alaa muuhin fil 'aalamiin, saalaamun 'aalaa ibroohiim, salaamun 'alaa ilyaasiin, salaamun 'aala muusaa wa haaruun, salaamun qoulam mir robbir rohim".
Menaburkan garam ternyata bukan cara ampuh untuk mengusir ular yang masuk ke rumah.
Umumnya, rumah dengan halaman yang luas dan dipenuhi banyak tanaman dan pohon rentan dimasuki ular.
Sebenarnya, adanya ular di sekitar rumah menunjukkan, ekosistem di sana itu baik dan sehat.
Namun, tetap saja keberadaan ular membuat kita takut karena beberapa jenis ular memang berbahaya.
Lakukan hal ini untuk mengusir ular.
1. Tetaplah Tenang
Bagaimana mungkin saat ular masuk ke rumah kita lalu kita diminta untuk tenang?
Namun bagaimana pun, ini tindakan cukup yang penting.
Kita harus tenang menghadapi langkah selanjutnya untuk mengusir ular.
Jangan gegabah, karena nantinya malah membahayakan diri sendiri.
2. Biarkan Ular Mencari Jalan Keluar
Sebenarnya ular sedang tersesat saat masuk ke dalam rumah.
Saat ular berada di dalam rumah, biarkan ular mencari jalan keluarnya sendiri.
Bila ular masuk ke garasi atau ruangan yang mengarah ke luar, tutuplah pintu di bagian dalam.
Agar ular tidak lebih jauh masuk ke rumah.
Biarkan ular bergerak keluar sendiri dari ruangan tersebut.
Meskipun merasa takut, usirlah ular dengan pelan-pelan.
Jika terlalu agresif dan bersemangat, justru ular akan pergi ke tempat-tempat di rumah yang sulit kamu jangkau.
3. Tidak Perlu Menaburkan Garam
Ada yang mengatakan, untuk mengusir ular hanya perlu menaburkan garam di dekatnya.
Apakah ini fakta atau mitos belaka?
Kenyataannya, ini hanyalah mitos.
Tidak perlu menaburkan garam untuk mengusir ular sebab ular tidak takut dengan garam.
Menaburkan garam hanya ampuh untuk mengusir hewan-hewan yang berlendir seperti bekicot atau lintah.
4. Menyemprotkan Parfum
Ular tidak suka dengan aroma wangi yang terlalu menyengat.
Dia pasti selalu berusaha menjauhi wilayah yang memiliki aroma wangi.
Oleh sebab itu, teman-teman dapat mengusir ular dengan pelan menggunakan parfum.
Semprotkanlah parfum di sekitar ular agar ia pergi.
5. Gunakan Sapu Ijuk
Cara lain untuk mengusir ular adalah dengan menggunakan sapu ijuk.
Jika kita mengusir ular dengan tongkat biasa, yang ada ular akan melawan.
Nah, jika kita mengusirnya dengan sapu ijuk, ular akan segera menyingkir.
Ini karena kulit ular sangat sensitif terhadap benda yang permukaannya kasar seperti sapu ijuk.
• Doa Sehari-hari: Doa Meminta Jodoh dan Keturunan yang Baik
Doa dan cara mengusir ular
Menghadapi berbagai kemungkinan bahaya masuknya ular kobra di pemukiman warga, bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Misalnya membersihkan rumah agar tidak kotor dan lembab, tidak meninggalkan bekas makanan di dalam rumah, mengepel lantai supaya wangi dan bersih.
Selain itu ada juga upaya meminta perlindungan kepada Allah.
Ustad Abdul Somad dalam ceramahnya mengatakan apabila takut ular masuk ke dalam rumah karena membawa hal buruk, serahkan kerada Allah;
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ.
“Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim”
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
"Jadi kalau ada ular masuk ke rumah, ya bunuh. Boleh membunuh ular? Boleh, membunuh dengan baik, sekali pukul mati," ucap Ustad Abdul Somad seperti yang diunggah akun Youtube Dakwah Satu Menit 30 Oktober 2018.
Selain berpasrah kepada Allah, adapun doa mengusir lainnya;
يَا أَرْضُ رَبِّيْ وَرَبُّكِ اللهُ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكِ وَشَرِّ مَا فِيْكِ وَشَرِّ مَا يَدِبُّ عَلَيْكِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ أَسَدٍ وَأَسْوَدٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ وَمِنْ شَرِّ وَالِدٍ وَمَا وَلَدٍ وَمِنْ شَرِّ سَاكِنِ الْبَلَدِ .
Yâ ardhu, rabbî wa rabbukillâh. A‘ûdzu billâhi min syarriki, wa syarrimâ fîki, wa syarrimâ yadibbu ‘alaiki. A‘ûdzu billâhi min asadin wa aswadin wa hayyatin wa ‘aqrabin wa min syarri wâlidin wa mâ walad wa min syarri sâkinil balad.
Artinya, “Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu, kejahatan barang yang ada padamu, kejahatan barang yang berjalan di atasmu.
Aku berlindung kepada Allah dari macan, ular hitam, segala ular, kalajengking, dari kejahatan segala yang beranak dan yang diberanakkan, dan dari kejahatan yang berdiam di tempat ini,” (Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Jakarta, Cetakan Al-‘Aidrus).
• Doa saat Turun Hujan yang Diajarkan Rasulullah SAW
a. Ular Kobra Bermunculan Saat Musim Hujan di Rumah Warga, Penjelasan LIPI, Suka Tempat Hangat & Lembap
Memasuki musim hujan ternyata tak hanya disenangi manusia, tapi juga hewan, karena Indonesia belakangan memiliki suhu cukup panas.
Salah satu hewan yang menyambut datangnya musim hujan adalah ular kobra.
Hewan reptil berbisa ini ternyata menggunaka waktu musim hujan untuk beranak pinak.
Fenomena ini patut diwaspadai.
Melansir Kompas.com berjudul "Ular Kobra Muncul di Pemukiman Saat Musim Hujan, Ahli LIPI Jelaskan", tayang Sabtu (14/12/2019),
Ular kobra atau disebut juga ular sendok adalah jenis ular berbisa dari suku Elapidae.
Sebutan ular sendok karena ular ini dapat menegakkan dan memipihkan lehernya, melengkung menyerupai sendok, sebagai bentuk pertahanan dari serangan.
Ular kobra rata rata berukuran 1,3 meter dan bisa mencapai ukuran panjang 1,8 meter.
Ular kobra juga memiliki kemampuan meyemprotkan bisa atau yang disebut venom.
Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy mengungkapkan, terdapat dua jenis ular kobra di Indonesia, yaitu kobra sumatera dan kobra jawa.
“Kobra sumatera atau Naja sumatrana yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan; dan kobra jawa atau Naja sputarix yang terdistribusi di Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Rinca, Sumbawa, dan Flores,” ujar Amir di Cibinong pada Kamis (12/12/2019).
b. Habitat kobra Jawa & Musim Hujan
Habitat ular kobra jawa meliputi perbatasan hutan yang terbuka, savana, persawahan, dan pekarangan.
Sekali bertelur induk, betina ular kobra Jawa dapat menghasilkan 10-20 butir telur yang menetas dalam rentang waktu tiga sampai empat bulan.
Telur-telur ini diletakkan di lubang-lubang tanah atau di bawah serasah daun kering yang lembab.
“Awal musim penghujan adalah waktu menetasnya telur ular. Fenomena ini wajar, dan merupakan siklus alami” lanjut Amir.
Amir menjelaskan, ular kobra cenderung menyukai suhu ruangan hangat dan lembap untuk menetaskan telur.
Setelah bertelur, pada periode tertentu induk kobra ular akan meninggalkan dan membiarkan telurnya menetas sendiri. Hal ini juga dilakukan oleh hampir semua jenis ular.
“Begitu menetas, anakan kobra akan menyebar ke mana-mana,” imbuhnya.
c. Cara Pencegahan
Ular kobra melumpuhkan mangsanya dengan menggigit dan menyuntikkan bisa pada hewan tangkapan melalui taringnya.
Bisa tersebut dapat melumpuhkan saraf dan otot mangsa hanya dalam beberapa menit saja.
“Meskipun masih bayi, ular kobra sudah memiliki kelenjar bisa yang mampu menghasilkan bisa dan berbahaya bagi manusia,” terang Amir.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan rumah menjadi salah satu upaya menghindari masuknya ular ke rumah.
“Gunakan pembersih lantai dengan aroma yang menyegat karena ular tidak suka dengan bau yang tajam” terang Amir.
Selain itu, hindari meninggalkan sampah bekas makanan di rumah.
“Sampah ini dapat mengundang tikus yang merupakan salah satu mangsa ular” jelasnya.
Amir juga mengingatkan untuk selalu membersihkan rumah dari tumpukan barang-barang, termasuk perkarangan rumah dari tumpukan daun-daun kering atau material yang menumpuk.
“Tempat tempat itu bisa menjadi tempat persembunyian ular,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, prinsip pengendalian populasi ular tentunya perlu memperhatikan keseimbangan ekosistem sehingga tidak menimbulkan permasalahan ekologi.
Untuk keamanan manusia, pemindahan ular bisa dilakukan dengan pendampingan dari petugas yang berwenang dan memiliki pengetahuan untuk menangani ular berbisa.
“Jika terjadi kasus gigitan ular kobra, maka penanganannya dapat mengikuti petunjuk terbaru dari WHO tentang Managemen Kasus Gigitan Ular.
Antibisa kobra Jawa sudah tersedia di Indonesia, sehingga masyarakat dapat memastikan ketersediaan tersebut dengan mengetahui letak rumah sakit terdekat yang memiliki stok antibisa,” tutup Amir.
Semoga bermanfaat dan kita bisa terhindar dari hal-hal buruk.
(Suar.id/Surya.co.id/Pipit Maulidiya)
• Doa Ketenangan Hati dan Pikiran yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW
Artikel telah tayang di Grid.id Banyak Ular Kobra Masuk Rumah, Ini Lafal Doa Melihat Ular dan Cara Jitu Mengusir si Hewan Melata, Jangan Tabur Garam
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Doa Mengusir Ular Kobra, Arab, Latin, dan Artinya; Teror Hewan Berbisa Selama Musim Hujan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi_20180721_153335.jpg)