Sambut 'Direct Call' ke Jepang, Bea Cukai - BKIPM Manado Gelar Kelas Bagi Eksportir Perikanan Sulut
Kelas ekspor ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan pelayanan prima terhadap pengguna jasa, khususnya eksportir ikan
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bea Cukai Manado dan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Manado menggelar Kelas Ekspor bagi pelaku ekspor perikanan asal Sulut.
Pelatihan yang diikuti belasan eksportir ini berlangsung di aula Kantor Bea Cukai Manado, Lapangan, Mapanget, Manado, Kamis (17/09/2020)
Kepala Bea Cukai Manado, M. Anshar mengatakan, Sulut memiliki potensi hasil maritim melimpah. "Ini peluang ekonomi tapi sayang saat ini terkendala pandemi Covid-19," katanya
Beruntung, peluang itu kembali terbuka menyusul segera dibukanya penerbangan kargo langsung ke Jepang.
Anshar bilang, selama ini proses ekspor hasil maritim dari Sulut, Indonesia tengah dan timur harus melalui Jakarta lalu ke Jepang.
"Sekarang kita dimudahkan. Berkat komitmen Pemprov Sulut, maskapai, eksportir dan instansi terkait, penerbangan langsung ke Jepang bisa diwujudkan," kata Anshar.
Mendukung Direct Call Ekspor ke Jepang, Bea Cukai Manado dan BKiPM manado buka Kelas Ekspor. Kamis, 17 September 2020
Katanya, Bea Cukai memiliki 'industrial assistance', mendorong pergerakan ekonomi di daerah.
Kelas ekspor ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan pelayanan prima terhadap pengguna jasa, khususnya eksportir ikan.
"Harapannya dengan adanya kegiatan ini eksportir mengetahui sistem pelayanan dan prosedur yang ada pada Bea Cukai serta lebih mengerti pekerjaan pada sistem kargo," jelasnya.
Pada akhirnya, eksportir dapat melakukan transfer Pemberitahuan Ekspor Dokumen (PEB) secara online secara mandiri.
Dengan demikian eksportir dapat mengurangi biaya yang berdampak pada harga jual komoditas ekspor yang mampu bersaing di tingkat lnternasional.
Kepala BKIPM Manado, M. Hatta Arisandi menambahkan, pihaknya bersama Bea Cukai berkomitmen memperlancar ekspor langsung produk perikanan ke Jepang.
"Dalam pelatihan ini ekportir dilatih bagaimana bisa menyiapkan dokumen ekspor secara mandiri. Sehingga kami bisa mengeluarkan sertifikat layak ekspor," kata Hatta.
Katanya, penerbangan langsung ke Jepang harus dimanfaatkan eksportir dengan rutin mengirim produk. "Sekarang eksportir dimudahkan karena ada penerbangan langsung sehingga biaya kirim lebih murah," ujar dia.