Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Donald Trump

Meski 'Kasar & Sombong' Donald Trump Disebut Pantas Mendapat Nobel Perdamaian

Dilansir dari AFP, Selasa (15/9/2020), pencalonan Trump menjadi kandidat penerima Nobel Perdamaian 2021 oleh Tybring-Gjedde memicu keributan.

Editor: Rizali Posumah
Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa
Cedera Otak, Donald Trump Masih Bilang Kakek Pendukung George Floyd yang Jatuh Cuma Setinggan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump layak menjadi kandidat penerima Nobel Perdamaian 2021.

Pernyataan ini dilontarkan oleh Anggota parlemen Norwegia Christian Tybring-Gjedde, pada 10 September.

Ia mengatakan Trump layak mendapatkannya meski tampil sebagai orang yang “kasar dan sombong”.

Alasannya adalah Trump menjadi perantara kesepakatan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab ( UEA) dengan Israel.

Dilansir dari AFP, Selasa (15/9/2020), pencalonan Trump menjadi kandidat penerima Nobel Perdamaian 2021 oleh Tybring-Gjedde memicu keributan.

Sementara itu Komite Nobel Norwegia menyambut semua nama yang diajukan setiap tahun hingga sebelum 31 Januari untuk tahun yang bersangkutan.

Nama-nama tersebut juga harus diajukan oleh mereka yang memenuhi syarat seperti anggota parlemen dan pemerintah dari seluruh dunia, mantan pemenang, dan sejumlah profesor universitas.

Inisiatif Tybring-Gjedde menjadi berita utama di seluruh dunia dan hanya berselang kurang dari dua bulan menjelang pemilihan presiden AS pada 3 November.

Sebelumnya, Tybring-Gjedde juga mengajukan nama Trump sebagai calon kandidat penerima Nobel Perdamaian pada 2018.

Sedangkan Trump menikmati pencalonan nominasi tersebut dan mengunggah banyak tweet untuk merayakannya.

Pada Selasa, Tybring-Gjedde menulis di harian Norwegia Aftenposten alasan dia mengajukan Trump sebagai kandidat penerima nobel untuk kedua kalinya.

"Ada sedikit keraguan bahwa Trump sering tampil sebagai orang yang kasar dan arogan," tulisnya.

"Pencalonan saya didasarkan pada hasil yang diperoleh atas nama perdamaian dunia, rekonsiliasi, dan penarikan pasukan militer ... Mungkin saja sikap tidak diplomatis Donald Trump yang membuat percakapannya berakhir lebih dari sekadar kata-kata," jelas Tybring-Gjedde.

Menurutnya, miliarder berusia 74 tahun itu memenuhi kriteria yang ditentukan oleh pencipta Hadiah Nobel, Alfred Nobel, lebih banyak dari pemenang sebelumnya.

"Suka atau tidak dengan kepribadian Trump tidaklah penting dalam konteks ini. Donald Trump adalah ... penerima Hadiah Nobel Perdamaian yang layak," pungkasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved