Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel

4 Pria Pembuat Sejarah Baru Arab,Netanyahu Kutip Mazmur, Washington Post Sebut Kemenangan Luar Biasa

Trump menjadi pusat perhatian dan menekankan momen bersejarah: Dalam 72 tahun sejak pembentukan Israel, katanya.

Editor: Aldi Ponge
AFP/SAUL LOEB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri), Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan (kanan) tersenyum saat penandatanganan Perjanjian Abraham di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (15/9/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Empat pria ini menjadi perhatian dunia setelah membuat sejarah baru di kawasan Arab.

Mereka melakukan kesepakatan besar untuk normalisasi hubungan negara dua negara Arab dengan Israel.

Mereka yaitu Presiden AS Donald Trump, Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed,  Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif in Rashid Al-Zayani , dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Keempat pria pembuat sejarah baru ini menandatangani Abraham Accord.

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa Naikkan Pangkat Brigjen TNI Susilo, ini Profil Petinggi Kostrad itu

Curhat Petani Tembakau: Hasil Panen Turun Karena Tarif Cukai

Dari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan memperlihatkan penandatanganan Abraham Accords di Gedung Putih di Washington DC, Selasa (15/9/2020).
Dari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan memperlihatkan penandatanganan Abraham Accords di Gedung Putih di Washington DC, Selasa (15/9/2020). (AFP/SAUL LOEB)

Trump menjadi pusat perhatian dan menekankan momen bersejarah: Dalam 72 tahun sejak pembentukan Israel, katanya.

Dua kesepakatan perdamaian telah ditandatangani, dan pemerintahannya telah menambahkan dua lagi hanya dalam satu bulan.

Lebih dari 1000 orang, termasuk senator dan perwakilan terkemuka AS, memadati Halaman Selatan Gedung Putih.

Pemerintah sebelumnya menolak mengundang Demokrat ke upacara penandatanganan, kali ini banyak yang masuk dalam daftar tamu.

Media AS juga bertepuk tangan.

"Ini kemenangan, menang, menang untuk semua orang," kata seorang pakar TV.

Bahkan Washington Post memberi judul: "Para pembenci tidak akan mengakuinya, tetapi diplomasi UEA-Israel Trump adalah kemenangan yang luar biasa."

Banyak yang percaya Perjanjian itu akan menandai pergeseran seismik dari stagnasi di mana Timur Tengah telah terperosok selama beberapa dekade.

South Lawn hanya melihat dua peristiwa serupa dalam 40 tahun terakhir, lansir ArabNews, Rabu (16/9/2020).

Menurun, Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2020, Tembus Angka Rp 1.030.000 per gram

Sei Ashina, Sosok di Karakter Hime Kamen Rider Hibiki, Dikonfirmasi Meninggal Karena Bunuh Diri

Dari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan memegang dokumen penandatanganan Abraham Accords di Gedung Putih Washington DC, Selasa (15/9/2020).
Dari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan memegang dokumen penandatanganan Abraham Accords di Gedung Putih Washington DC, Selasa (15/9/2020). (AFP/SAUL LOEB)

Di sini, pada tahun 1978, Presiden Mesir Anwar Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin mengakhiri tiga dekade permusuhan antara Mesir dan Israel.

Mengaktifkan hubungan diplomatik dan ekonomi setelah merundingkan kesepakatan dengan Presiden Jimmy Carter di Camp David.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved