Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Misteri Emas 400 Kg yang Dipinjam Soekarno akan Dibahas 4 Bupati di Aceh, Kirim Utusan Temui Jokowi

Ada pengaduan kepada presiden tentang sejarah Islam "Serambi Mekah" dan nasib bangsa Gayo dahulu kala dan dewasa ini serta prospek masa akan datang

Editor: Finneke Wolajan
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Iwan Gayo dan bukti cek pinjaman 400 Kg emas yang dipinjam Pemerintah RI di masa Soekarno 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Aceh akan membahas misteri keberadaan 400 kilogram emas milik Ali Lebe seorang konglomerat atau saudagar Aceh, yang disebut dipinjam Presiden Soekarno di masa kesultanan pra Kemerdekaan RI.

Empat bupati serumpun di dataran tinggi Gayo bersama ketua DPRK akan membahas misteri keberadaan 400 kilogram (Kg) emas tersebut.

Sang pemilik, Ali Lebe yang berasal dari Rempelam, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues (Galus) telah memberi kuasa kepada penulis buku pintar, Iwan Gayo untuk menelusuri keberadaan emas tersebut.

Pinjaman emas itu diberikan kepada Pemerintah RI pada masa Presiden Soekarno berkuasa melalui anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1941 silam di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

HM Iwan Gayo, dalam rilis yang diterima kepada Serambinews.com, Rabu (9/9/2020) menyebutkan, menindaklanjuti keberadaan 400 Kg emas milik Ali Lebe yang dipinjamkan Pemerintah RI pada pra kemerdekaan di masa Soekarno itu, Bupati Gayo Lues M Amru akan membahas bersama bupati dan Ketua DPRK Gayo serumpun di Blangkejeren.

"Pemerintah daerah dalam hal itu Bupati Galus akan menindaklanjuti dan membahas persoalan itu direncanakan akan diselenggarakan pada 18 September 2020 mendatang di Blangkejeren," sebutnya.

Iwan Gayo mengatakan, dalam pertemuan nantinya akan membahas langkah-langkah strategi yang akan di tempuh antara lain, mengirim delegasi muhibah menghadap Presiden Joko Widodo di Jakarta atau mengundang Presiden datang ke tanah Gayo.

tribunnews
Iwan Gayo dan bukti cek pinjaman 400 Kg emas yang dipinjam Pemerintah RI di masa Soekarno. (SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM)

Iwan Gayo yang juga penulis buku pintar menambahkan, agenda yang akan dibahas yakni membaiat Presiden Jokowi sebagai warga istimewa bangsa Gayo secara kearifan lokal bangsa Gayo melalui upacara adat.

Hal ini sebagai tindak lanjut pesan terbuka Jokowi 24 Maret 2017 lalu yang menyebutkan bahwa Gayo adalah kampung halaman kedua sang presiden.

Agenda yang kedua, tulis Iwan, menyampaikan pengaduan kepada presiden tentang sejarah Islam "Serambi Mekah" dan nasib bangsa Gayo dahulu kala dan dewasa ini serta prospek masa akan datang.

Menurut Iwan, dirinya sangat yakin janji Jokowi membeli kopi Gayo sebesar Rp 1 triliun dan janji tentang provinsi untuk bangsa Gayo ketika beliau melakukan moratorium pemekaran dipenuhi atau dituntaskan sebelum akhir masa jabatan presiden pada tahun 2014 lalu, dengan diplomasi meja makan Ala Jokowi atau mendirikan besar ala Gayo.

Iwan optimis, presiden Jokowi akan menuntaskan utang piutang yang belum terbayar sebelum masa kepemerintahannya berakhir.

"Kepada pemerintah kabupaten wilayah dataran tinggi Gayo (Galus, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Aceh Tenggara) serta pemerintah Aceh umumnya diharapkan, agar para elite memberi dukungan penuh atas program yang digagas oleh Bupati Galus dalam semangat Keramat Mufakat, Behu Berdedele," sebutnya.

Seperti diberitakan HM Iwan Gayo, penulis buku pintar asal Aceh segera menelusuri keberadaan 400 kilogram emas milik Lebe Ali, seorang pengusaha atau saudagar asal Rempelam, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues (Galus) yang dipinjam Pemerintah RI pada masa Presiden Soekarno berkuasa.

Emas itu diberikan melalui seorang anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1941 di Takengon, Aceh Tengah.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved