Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

klaster pilkada

60 Bakal Calon Kepala Daerah Positif Covid-19, 2 di Sulsel dan 1 di Sulut

60 bacalon yang terpapar Covid-19 itu berasal dari 21 provinsi. Tidak membatalkan balon untuk maju.

Tayang:
Tribun Manado / Isvara Savitri
Kantor Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Utara (KPU Sulut) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat setidaknya ada 60 bakal calon (bacalon) kepala daerah yang dinyatakan positif virus Corona (Covid-19) terdaftar mengikuti Pilkada Serentak 2020.

Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan hal itu saat rapat bersama Komisi II di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2020).

"Data ini diperoleh berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan dalam rangka pendaftaran calon kepala daerah," ujar Arief Budiman yang dikutip dari Kompas TV

60 bacalon yang terpapar Covid-19 itu berasal dari 21 provinsi.

Pleno Rekapitulasi DPS Kotamobagu Alot, Bawaslu Pilih Walk Out

"Tersebar di 21 provinsi dari laporan yang kami terima dari 32 provinsi," tutur Arief.

Sebelumnya Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan data terbaru terkait kondisi kontestan Pilkada 2020. 

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Mahfud menyebut saat ini ada 59 calon kepala daerah yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Semula, Mahfud menjabarkan ulang hasil laporan Ketua KPU kepada Presiden Jokowi dalam sebuah rapat yang digelar kemarin. 

Dari hasil laporan itu, pada awalnya didapati ada 37 calon kepala daerah yang dinyatakan positif Covid-19.

Mahfud menyampaikan itu seusai rakorsus tingkat menteri yang membahas pendisiplinan protokol kesehatan Pilkada 2020 di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020).

Hari Ini Angka Kesembuhan Covid-19 di Sulut Meningkat Jadi 76,67 Persen

Mahfud mengatakan bahwa data tersebut kemudian berkembang dan terus bertambah setiap jamnya.

Sampai akhirnya laporan yang diterima sebanyak 59 calon kepala daerah positif Covid-19

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara

Dari 60 orang itu, dua di antaranya adalah calon Bupati (Cabup) di Tana Luwu, Sulawesi Selatan.

Cabup dimaksud adalah Arsyad Kasmar di Pilkada Luwu Utara.

Calon lainnya adalah Irwan Bachri Syam, petahana Wakil Bupati Luwu Timur.

Keduanya positif setelah  melewati prosedur swab yang menjadi standar KPU sebelum pendaftaran calon bupati.

Putri Arsyad Kasmar berlinang air mata saat mengumumkan ayahnya positif Covid-19.

Diduga Depresi Terpapar Covid-19, Pasien Ngamuk di RS Nyitdah, Serang Tenaga Kesehatan & Sekuriti

Deklarasi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara Arsyad Kasmar-Andi Sukma (Akas) diwarnai isak tangis.

Arsyad pun tidak bisa hadir dalam deklarasi dan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidakhadiran ayah saya, ini kehendak Tuhan di luar rencana kami. Untuk itu kami minta jangan ki patah semangat, saya mewakili ayah (Arsyad Kasmar), ingin membuktikan bahwa Akas tidak pernah main-main dan serius mengikuti pilkada," ucap Asiyah, putri Arsyad Kasmar.

Kabar Arsyad Kasmar positif diketahui beberapa saat jelang deklarasi dan pendaftaran di KPU.

Arsyad Kasmar dalam keterangan tertulis mengaku sedang menjalani isolasi di Swiss-belhotel Makassar.

"Ini ujian dan saya tabah menjalani. Saya patuh pada aturan pemerintah, jadi untuk sementara saya karantina dulu di hotel. Saya mohon doanya, tidak apa-apa, saya tidak ada gejala, tetapi kalau benar (Covid-19) tentu saya harus ikuti nasehat dokter," ujarnya.

Arsyad memohon maaf kepada semua yang pernah bersentuhan langsung dengan dirinya dan meminta secepatnya memeriksakan diri.

Trump: Kim Jong Un Jauh Lebih Pintar, Beritahu Bagaimana Cara Dia Membunuh Pamannya Sendiri

"Saya sengaja umumkan soal Covid-19 ini supaya ada kontak tracing, sehingga penyebarannya bisa dicegah," ucap Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Utara ini.

"Saya harap simpatisan pendukung Akas tidak berkecil hati dan hilang semangat, karena saya tidak bisa hadiri langsung acara deklarasi dan pendaftaran Sabtu ini yang waktunya bersamaan, ujian ini bukan atas kehendak saya," tutur dia.

Arsyad Kasmar melakukan swab test sebagai salah satu syarat pendaftaran yang ditetapkan KPU di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

IBAS Positif Setelah Swab

Sekretaris Tim Pemenangan IBAS-RIO Andi Endy B Shin Go mengatakan, Irwan positif Covid-19.

"Beliau (Irwan) berdasarkan hasil swab, positif Covid-19," kata Andi Endy.

Irwan-Rio sempat hadir menemui puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Lapangan Merdeka, Jl Sam Ratulangi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.

Saat hendak menuju kantor KPU Luwu Timur mendaftar, Irwan menginfokan kepada tim dan pendukungnya, ia tidak bisa pergi.

Sulut Ketambahan 18 Kasus Baru Covid-19, Total 4.064 Kasus

"Beliau tadi sampaikan di lapangan tidak bisa pergi ke KPU Luwu Timur setelah tahu positif Covid-19," imbuh Endy.

Endy mengatakan, saat proses pendaftaran berlangsung, Irwan mengikutinya via video konferensi.

"Beliau ikut proses pendaftaran lewat video konferensi di rujabnya," kata Andi Endy.

Sementara Ketua KPU Luwu Timur Zainal mengatakan, berkas pendaftaran pasangan Irwan Bachri Syam dan Andi Muh Rio Patiwiri lengkap.

"Selanjutnya berkas akan diverifikasi kembali ke absahannya," kata Zainal kepada tribunlutim.com

Sebelumnya, Jumat (4/9/2020) sore, pasangan Husler-Budiman sudah mendaftar di KPU Luwu Timur.

Sulawesi Utara

Sementara itu di Sulawesi Utara, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Riston Mokoagow dan Selviah van Gobel (RISKI) positif mengidap Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Pasangan RISKI positif setelah melakukan uji test laboratorium swab.

Tim LO pasangan RISKI, Djamaludin Razak, saat dikonfirmasi terkait hal ini Jumat (4/9/2020) membenarkan hal tersebut.

"Keduanya (RISKI) saat ini telah menjalani karantina di rumah sakit Pobundayan, Kota Kotamobagu. Masa karantinanya dimulai Kamis, kemarin," ujarnya.

Ditambahkan Djamaludin Razak, saat ini kondisi Riston Mokoagow dan Selviah van Gobel tampak sehat dari luar.

Namun, karena hasil laboratorium menyatakan keduanya positif Covid-19, mau tidak mau harus dikarantina.

"Pak Riston dan Ibu Selviah selama beberapa terkahir ini memang sangat sibuk dan terbilang kurang istirahat," ucapnya.

"Apalagi selama di Jakarta keduanya banyak melakukan kontak fisik dengan orang-orang," aku dia.

"Semoga keduanya cepat diberikan kesembuhan dan kembali melanjutkan perjuangan mereka," terangnya kepada wartawan Tribun Manado di Bolsel.

Semoga mereka yang sedang terjangkit covid-19 diberi segera kesembuhan. Amin. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved