Sosok Hasril Chaniago
Sosok Hasril Chaniago yang Ungkit soal Kakek dari Arteria Dahlan, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
Bongkar sosok kakek dari Arteria Dahlan. Hasril Chaniago menjadi sorotan, ternyata bukan orang sembarangan.
Ia adalah pemegang sertifikat kompetensi Wartawan Utama Dewan Pers dan Tim Penguji Kompetensi Wartawan PWI pusat.
Sebagai wartawan, ia telah melakukan perjalanan jurnalistik ke lebih dari 30 negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat, di antaranya pernah meliput Perang Bosnia-Herzegovina (1992) dan Konflik Moro di Mindanao, Filipina Selatan (1996).
Ia aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan demokrasi.
Pada tahun 2003–2004, menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu Sumatra Barat, dan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat (2005).
Ia juga aktif di kepengurusan berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan seperti Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), dan Persyarikatan Muhammadiyah (terakhir sebagai Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatra Barat).
Karya tulis
Pada awal kariernya, Hasril Chaniago pernah menulis sejumlah cerpen dan novel yang dimuat sebagai cerita bersambung dalam Harian Haluan dan Harian Singgalang.
Belakangan, ia lebih dikenal sebagai penulis buku sejarah dan biografi.
Di antara karyanya adalah:
1. Sumatera Barat di Panggung Sejarah 1945-1995 (1995, bersama Mestika Zed dan Edy Utama)
2. Catatan Seorang Pamong: Hasan Basri Durin (1997)
3. Biografi Brigadir Jenderal Polisi Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa: Gubernur di Tengah Pergolakan (1998)
4. Perlawanan Seorang Pejuang: Biografi Kolonel Ahmad Husein (2001, bersama Mestika Zed)
5. Indarung: Tonggak Sejarah Industri Semen Indonesia (2002 bersama Mestika Zed dan Khairul Jasmi)
6. Polisi Pejuang, Polisi Masyarakat: Sejarah Kepolisian RI di Sumatera Barat/Tengah (2006)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hasril-chaniago.jpg)