Sulawesi Utara
Jurusan Teknik Sipil Polimdo Pasang Rambu Tsunami di Desa Bentenan
Jurusan Teknik Sipil Polimdo terus bergiat menggulir kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Bentenan, Kecamatan Pusomaen.
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus bergiat menggulir
kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Bentenan, Kecamatan Pusomaen, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.
Kawasan di Kabupaten Minahasa Tenggara itu adalah model desa dengan ketahanan terhadap bencana tsunami.
BACA JUGA :
• Ingat Joy Tobing, Juara Indonesian Idol Season 1? Kini Ngaku Tak Ada Kerjaan, Ingin Kembali Berkarir
• Ternyata Isabella Guzman Bunuh Ibunya saat Usia 18 Tahun, Sempat Buron 16 Jam, Senyum Jadi Sorotan
• China Lepaskan Tembakan Balasan ke India, Kedua Pihak Telah Mengerahkan Puluhan Ribu Tentara
TONTON JUGA :
Lewat kegiatan pengabdian berbentuk Diseminasi Model Pemetaan Tiga Dimensi dan Rambu Jalur Evakuasi Tsunami,
Jurusan Teknik Sipil Polimdo menyerahkan rambu-rambu yang berfungsi meminimalisir masalah saat terjadinya tsunami.
Diketahui, Bentenan adalah desa pesisir yang rawan terdampak bencana tersebut.
“Kegiatannya berlangsung 23 Agustus 2020 terpusat di Kantor Desa Bentenan. Kami lakukan untuk mengatasi
permasalahan Desa Bentenan sebagai area rawan bencana tsunami.
Banyaknya pengunjung dan penduduk di area ini membutuhkan jalur evakuasi yang memadai, terjangkau dan
aman,” ujar Ketua Pelaksana Ketua Pelaksana Dr Febriane Paulina Makalew, ST, MUDD dan anggota Steve WM
Supit ST M.Eng PhD dari Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado.
Menurut Febriane, area Desa Bentenan belum tersedia peta dan jalur evakuasi pejalan kaki yang memadai.
Sejauh ini pula belum ada masyarakat nelayan yang memiliki keahlian mendeteksi jalur evakuasi dan mengenal
tanda-tanda bahaya tsunami.
Karena itu lanjut dia, solusi yang ditawarkan adalah desiminasi model pemetaan tiga dimensi jalur evakuasi
bencana tsunami dan penyediaan rambu jalur evakuasi.
Di sisi lain, kontribusi masyarakat adalah menghilirisasi produk hasil penelitian yakni model jalur evakuasi tsunami dan
memfasilitasi pembuatan rambu jalur evakuasi di titik-titik penting sekitar pinggiran pantai, batas desa dan
di jalan-jalan umum.
“Masyarakat dan pemerintah dapat membuat program masyarakat sadar bencana dan memasukkannya dalam
anggaran program desa,” ujar dia
Diseminasi ini merupakan hasil penelitian dan program kemitraan masyarakat yang telah dilakukan oleh
Febriane dan tim peneliti tahun 2019.
Jalur evakuasi bencana berupa diseminasi peta evakuasi bencana dan pelengkap evakuasi dan keselamatan
masyarakat dalam bentuk rambu-rambu evakuasi.
Sedangkan targetnya menyasar masyarakat yang belum memahami jalur evaluasi pejalan kaki ketika terjadi bencana.
Untuk pemerintah yang belum melengkapi peta dan rambu evakuasi serta pentingnya penyediaan jalur pejalan kaki yang
aman dan memadai.
Juga nelayan dan masyarakat di Desa Bentenan yang belum pernah mngikuti diseminasi jalur evakuasi bencana sebagai
bagian dari mitigasi bencana hingga warga yang belum mengikuti diseminasi menggunakan peta bencana dan pelengkapnya.
Kegiatan awal adalah pemasangan peta bencana dan rambu evakuasi yang dilaksanakan awal Agustus 2020.
Selanjutnya dilakukan penjelasan mengenai peta evakuasi bencana dan rambu jalur evakuasi oleh tim pelaksana
diseminasi produk teknologi pada masyarakat Bentenan pada 23 Agustus 2020.
Pada kegiatan ini juga Kepala Desa Bentenan dan Badan Penanggulangan Bencana melakukan kunjungan ke lokasi tempat
pemasangan peta dan rambu evakuasi bencana tsunami, serta memberikan penjelasan pada pertemuan di balai desa.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara penyerahan produk teknologi yaitu peta evakuasi dan
rambu jalur evakuasi oleh ketua pelaksana dan Kepala Desa Bentenan.
Kegiatan dihadiri kepala desa dan perangkat Desa Bentenan, Badan Penaggulangan Bencana,
hingga dosen dan mahasiswa jurusan Teknik Sipil Polimdo.
(Tribunmanado.co.id/Vendi Lera)
BERITA PILIHAN EDITOR :
• Janda Muda Cantik Anak Satu Lagi Cari Suami, Syaratnya Mudah Banget Hanya Ini
• Ingat Nowela Idol, Juara Indonesian Idol Season 8? Kini Tak Ada Pekerjaan, Terciduk Media di Jalanan
• Soekarno Pinjam 400 Kilogram Emas di Aceh, Ada Bukti Cek dari BNI, Iwan Gayo Buru Hutang Tersebut
TONTON JUGA :