Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Human Interest

Kisah Janda Penyapu Jalan, Hidupi Ketiga Anak, Satu Ingin Jadi Polisi

Cerita salah seorang janda penyapu jalan, yang masih mengurus ketiga anaknya yang belum menikah

Tayang:
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fistel Mukuan
Elisabeth Batukarang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meski sudah memasuki usia paruh baya, Janda tiga anak ini tetap semangat. Bahkan sudah lima tahun bekerja sebagai penyapu jalan.

Elisabeth Batukarang (51) tinggal di lingkungan 7, Paal Dua. sering disapa Nona, salah petugas kebersihan kebersihan, penyapu jalan di kota Manado.

Nona mengaku sudah lima tahun bekerja sebagai petugas kebersihan di kota Manado.

Nona mempunyai lima orang anak, dan suaminya sudah meninggal setahun yang lalu.

BI: Inflasi Sulut dalam Batas Wajar Tapi Perlu Diwaspadai

JPAR Selesaikan Tugas Sebagai Rektor Unima, Diantar Langsung Wali Kota GSVL Bersama Keluarga

CS-WL Bangun Komunikasi dengan SAS, Caroll Senduk: Kita Solid Bergerak

Anaknya yang pertama perempuan sudah menikah begitupun yang kedua laki-laki sudah sudah menikah.

Sedangkan yang bersama Nona di rumah ketiga anaknya, yang satu sudah bekerja, satu kelas tiga SMK dan SD kelas 6.

Nona katakan sebelum anaknya yang ketiga bekerja, sering membantu dirinya bekerja.

"Dua anak yang masih sementara studi, sekarang menuntut untuk membelikan handphone android, tapi saya tidak mampu untuk membelikan mereka berdua seorang satu handphone," kata Nona.

Ketua Bapilu PDIP yakin AA-RS Menang di Pilkada Manado

Carol Senduk-Wenny Lumentut Yakin Raih 40 Ribu Suara Pemilih Tomohon

Ia pun membeli satu handphone android hanya dengan kredit, jadi kedua anaknya yang masih sekolah hanya saling bergantian untuk menggunakan HP tersebut.

"Karena HP hanya satu untuk mereka berdua saling bergantian jadi adakalanya, salah satu dari mereka ada yang terlambat buat tugas atau ikut belajar daring," tambah Nona.

Gajinya setiap hari kalau masuk Rp 100.000 tapi kalau hanya setengah hari Rp 50.000, jadi kalau sebulan 30 hari gaji yang diterimanya Rp 3.000.000 dan diterima setiap bulannya.

Nona juga mengaku sekarang masih menunggu, sebagaimana disampaikan pemerintah yang mempunyai BPJS ketenagakerjaan akan mendapatkan Rp 600.000 dan kuota bagi anak-anak.

Pemkab Bolsel Minta ASN Hingga Sangadi Jaga Netralitas Jelang Pilkada 2020

"Untuk sekarang kuota untuk belajar anak-anak masih beli sendiri, kalau habis ada satu anak yang mengaku sudah dua hari nda ikut belajar daring," ucapnya.

Dari ketiga anak yang bersama Nona, ada salah satu anak yang sudah kelas 3 SMK, ingin melanjutkan kuliah untuk meraih cita-citanya sebagai Polisi.

"Akan berusaha untuk mencari uang agar bisa anak yang bercita-cita polisi tercapai, sesuai kemampuan saja," tutupnya.

Ketiga anak yang bersamanya adalah Amabelle Tirayoh (18) sudah bekerja, Agung Tirayoh kelas tiga SMK dan Omega Tirayoh yang masih SD, sedangkan yang sulung Rohaniah kedua Marvin yang sudah menikah.(fis)

Pemkab Bolsel Minta ASN Hingga Sangadi Jaga Netralitas Jelang Pilkada 2020

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved