Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Bicara Tips Sehat dan Tantangan Covid-19
Menurutnya, istilah restart dalam ekonomi ini seperti halnya di dalam mesin komputer saat terjadi hang atau mendadak tidak berjalan optimal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia yang sedang dilanda pandemi corona atau Covid-19 adalah cobaan sekaligus tantangan semua pihak.
Airlangga mengakui tantangan atau cobaan ini hendaknya bisa menjadi peluang jika teliti melihatnya.
"Rasanya penuh tantangan karena memang ini adalah cobaan 100 tahunan. Ini kesempatan sekaligus cobaan dan tantangan bagaimana kita me-restart semua," ujarnya saat menyambangi Kantor Redaksi Tribunnews, Rabu (2/9/2020).
Menurutnya, istilah restart dalam ekonomi ini seperti halnya di dalam mesin komputer saat terjadi hang atau mendadak tidak berjalan optimal.
• Berharap ODSK Jadi Pemimpin untuk Semua Warga Sulut
"Istilah komputer dari hang jadi restart dan reboot. Ini persis seperti kita sekarang," kata Airlangga.
Di sisi lain, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) ini memiliki resep tersendiri dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan istirahat cukup.
"Salah satu obat sehat adalah tidur. Kalau mau sehat harus tidur nyenyak," pungkasnya.
Dampak PSBB Bikin Ekonomi Tidak Minus Dalam
Sementara itu Airlangga menyatakan, ekonomi Indonesia masih tercatat minus 1 digit atau 5,32 persen pada kuartal II 2020, karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar mengatakan, minus 1 digit itu karena pemerintah memilih PSBB ketimbang lockdown.
"Bedanya lockdown dan PSBB gitu. Jadi, kalau PSBB kan kita di awal sudah membuka 12 sektor termasuk sektor industri, berarti kita punya ketahanan," ujarnya saat menyambangi Kantor Redaksi Tribunnews, Rabu (2/9/2020).
• Olly: Kalau Ada Sapi yang Hilang Pasti Diganti asal Jangan Dihilangkan Sendiri
Sementara, lanjut Airlangga, jika pemerintah memilih lockdown saat April maka semua kegiatan ekonomi akan berhenti.
"Ekonomi adalah barang dan perdagangan. Pada saat tidak ada barang dan perdagangan sudah pasti berhenti," katanya.
Menurutnya, pemerintah berada dalam jalur benar saat melakukan PSBB selain karena bersifat regional atau tidak dipukul rata, juga masih membuka kawasan industri dengan menjalankan protokol agar aman.
Selain itu, Indonesia memiliki pasar domestik besar, sehingga tidak berdampak signifikan jika terjadi gangguan ekonomi di global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menteri-airlangga.jpg)