Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polwan

Hari Polwan 1 September: 6 Sosok Polisi Wanita Pertama, Putri-putri Sumatera, Ikut dalam Perang 1948

Polisi wanita (polwan) mungkin menjadi sosok yang merepresentasikan nilai-nilai keberanian pada diri perempuan. Ini sejarah adanya Polwan.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Potret Polwan Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini, Selasa 1 September 2020 merupakan hari peringatan Kesatuan Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia.

Mengapa Hari Polwan diperingati setiap tanggal 1 September?

Polwan mungkin menjadi sosok yang merepresentasikan nilai-nilai keberanian pada diri perempuan.

Tegas, berani, namun tetap lembut selayaknya kodrat perempuan diciptakan menjadi citra yang melekat pada diri polwan.

Polwan Vani Simbolon
Polwan Vani Simbolon (Banjarmasin Post)

Penampilannya yang rapi dengan rambut yang dipotong cepak menjadi ciri khas polwan.

Polwan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam sejarah kepolisian RI.

Pada era awal kemerdekaan, kehadiran polwan menjadi titik balik karakter kinerja polisi.

Latar belakang dibentuknya polwan

Dalam salah satu koleksi Pusat Sejarah Polri 2014 yang berjudul Polisi Wanita dalam Lintasan Sejarah Polri", diceritakan, pasca negara baru merdeka , rakyat krisis akan pendidikan.

Tidak banyak rakyat, termasuk kaum kepolisian, yang memiliki latar pendidikan baik.

Kinerja polisi masih sangat dipengaruhi oleh karakter kerja polisi zaman penjajahan yang keras dan berjarak dengan rakyat.

Namun, pemerintah pada masa itu tahu bahwa sikap keras seperti itu tidak bisa terus diterapkan.

Agar kepercayaan terhadap polisi bisa didapatkan, polisi perlu membangun karakter ramah dan dekat pada rakyat.

Masalah semakin muncul ketika banyak wanita dari Singapura yang melakukan pelarian ke wilayah pemerintahan Indonesia.

Sebelum diperbolehkan masuk, mereka harus melalui pemeriksaan badan terlebih dahulu.

Pasukan Polisi Wanita Pengurai Massa (Polwan Raimas) lengkap mengenakan helm pelindung kepala dan senjata pelontar Gas Airmata mengamankan demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Selasa (17/3/2015). Satuan Polwan Raimas Polda Jatim yang terbilang baru itu dibentuk untuk menurunkan tensi pendemo serta mengurai massa jika demo berlangsung ricuh.
Pasukan Polisi Wanita Pengurai Massa (Polwan Raimas) lengkap mengenakan helm pelindung kepala dan senjata pelontar Gas Airmata mengamankan demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Selasa (17/3/2015). Satuan Polwan Raimas Polda Jatim yang terbilang baru itu dibentuk untuk menurunkan tensi pendemo serta mengurai massa jika demo berlangsung ricuh. (Istimewa Via Tribunnews.com)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved