Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Penjelasan Soal Kenapa Laki-laki Lebih Rentan Terpapar Covid-19

Ahli psikologi Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk, mengatakan, hal itu berdasarkan studi yang dilakukan di 59 negara dan WHO.

Editor: Rizali Posumah
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menurut studi, laki-laki lebih rentan terpapar virus Covid-19 dibandingkan perempuan.

Ahli psikologi Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk, mengatakan, hal itu berdasarkan studi yang dilakukan di 59 negara dan World Health Organization (WHO). 

“Jadi begini faktanya, dari studi-studi di seluruh negara, saya baca juga studi-studi di WHO, saya juga punya project penelitian aspek psikologi dari corona di 59 negara dengan teman-teman,” kata Hamdi dalam diskusi di Graha BNPB, Senin (24/8/2020). 

Hamdi mengatakan, berdasakan hasil studi tersebut konsisten tercatat persentase laki-laki terpapar Covid-19 di atas 59% pada tiap negara.

“Memang temuan kita itu konsisten. Pertama misalnya dari jumlah yang terinfeksi itu, selalu persentase itu sekitar 59% laki-laki lebih banyak dari perempuan. Sampai ada 60% variasinya macam-macam ya,” ujar Hamdi. 

“Tingkat fatality rate, mortality rate itu juga laki-laki lebih banyak jika dibandingkan dengan perempuan,” tutur dia. 

Menurut Hamdi, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab laki-laki rentan terpapar Covid-19. Dalam studi menyebut perempuan memiliki imun yang lebih baik dibandingkan laki-laki.

“Memang penjelasan untuk fatality rate misalnya bisa masalah struktur genetik, hormonal dan imunologi juga. Menurut studi dunia kesehatan ternyata perempuan itu agak lebih imun sebenarnya."

"Jadi jangan bangga dulu bapak-bapak ini. Sebenarnya bapak-bapak ini lebih rentan terkena dampak dari korona,” kata Hamdi. 

Hamdi menyebut, dalam perilaku menjalankan protokol kesehatan untuk melindungi diri dari Covid-19, perempuan lebih unggul dibandingkan laki-laki.

“Termasuk juga perilaku mematuhi protokol kesehatan itu. Seperti memakai masker, mencuci tangan secara reguler ya, tidak memegang benda-benda yang tidak perlu ya, melakukan disinfektan dengan benda-benda yang berpotensi penularan, menjaga jarak,” tutur dia. 

Lebih lanjut, Hamdi mengatakan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan laki-laki cenderung tidak patuh dalam menjalankan protokol kesehatan.

Ada anggapan bahwa kegiatan laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan.

Kemudian, kata Hamdi, laki-laki cenderung merasa lebih bertanggung jawab dalam menjalankan aktivitas perekonomian. 

Sehingga laki-laki akan lebih banyak di luar rumah ketika kegiatan perekonomian sudah diizinkan oleh pemerintah dalam era kenormalan baru atau new normal. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved