Berita Minut
Karundeng : Jangan Larang Warga GMIM Berdiakonia
GMIM perlu mempersiapkan anggota jemaat untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Penulis: Erlina Langi | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MINUT - Pelaksanaan pembinaan pelayan khusus GMIM sesuai program sinode GMIM di Gereja
Baitani Watudambo, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (22/08/2020) lalu yang sempat dipolemikkan ke ranah politik,
mendapat sanggahan dari panitia pelaksana.
Koordinator Acara Pembinaan Pelayan Khusus di Rayon Minahasa Utara Pdt Theogives IM Karundeng MTh saat dihubungi
Selasa (25/08/2020) mengatakan hal yang dipolemikkan oleh segelintir oknum bahwa kegiatan tersebut sudah mengarah ke
pemenangan salah satu calon, tidak benar.
BERITA PILIHAN EDITOR :
• Wanita Cantik Jadi Kurir Sabu hingga Teman Tidur Petugas Kemenhub RI, Tertangkap Basah di Bandara
• Ustaz Riza Muhammad Dihujat dan Dianggap Sombong, Alami Gangguan Psikologis Hingga Susah Makan
• Ramalan Zodiak Besok Rabu 26 Agustus 2020, Cancer Akan Menjadi Sangat Impulsif dan Spontan
TONTON JUGA :
"Karena kegiatan ini merupakan program sinode sesuai pembahasan pada SMST ke-32, di mana dalam rangka tahun politik,
GMIM perlu mempersiapkan anggota jemaat untuk menghadapi Pilkada, maka diambil sampel para pelayan khusus untuk
diberikan pembekalan mengenai hak memilih dan dipilih, sesuai keputusan dalam sidang yang
menegaskan program ini," jelas dia.
Kalau kemudian dikaitkan dengan pemenangan salah satu pasangan calon, lanjutnya, itu sudah salah,
sebab pelaksanaan pembinaan pelayan khusus dasarnya adalah program sesuai keputusan dalam SMST ke-32.
"Jika dipolemikkan adanya pemberian uang ganti transport dari salah satu calon kepada para peserta, itu salahnya di mana?
Sebab itu kerelaan mereka untuk memberi dan menfasilitasi kegiatan ini, karena kami selalu terbuka untuk menerima
diakonia, apalagi mereka warga GMIM, jangan justru melarang mereka untuk berdiakonia," terangnya
Karundeng mengatakan dalam pemberian uang ganti transport juga kan tidak dipaksakan, jika tidak ingin mengambil hanya
perlu dikembalikan, sehingga menurut saya hal ini tak seperti yang diberitakan.
"Kalaupun ada oknum yang protes pada pelaksanaan kegiatan itu, tidak ada sesi tanya jawab, saat itu salah satu anggota
Pelsus di Watudambo meninggal dunia, karena itu guna mempercepat waktu untuk melayat dan melakukan pelayanan tentu
sesi materi kita persingkat.
Toh kalau pun ingin bertanya pada hari itu ada empat lokasi yang melaksanakan kegiatan yang sama,
bisa di cek di tempat lain pembekalan itu berlangsung lama dengan sesi tanya jawab," urai dia.
Sehingga menurut Karundeng apa yang dipolemikkan oleh segelintir oknum itu tidak benar dan justru mereka yang
memperkeruh suasana.
"Marilah kita menjaga stabilitas dan citra gereja saat Pilkada, tingkatkan kerukunan jangan saling menjatuhkan,
perbedaan pandangan itu biasa namun bagai mana kita tetap bersatu ditengah perbedaan itu baru luar biasa," tandasnya.
(Tribunmanado.co.id/drp)
BERITA PILIHAN EDITOR :
• Wanita Cantik Jadi Kurir Sabu hingga Teman Tidur Petugas Kemenhub RI, Tertangkap Basah di Bandara
• Ustaz Riza Muhammad Dihujat dan Dianggap Sombong, Alami Gangguan Psikologis Hingga Susah Makan
• Ramalan Zodiak Besok Rabu 26 Agustus 2020, Cancer Akan Menjadi Sangat Impulsif dan Spontan
TONTON JUGA :