Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Perceraian

Hakim Pengadilan Bingung, Istri Minta Cerai karena Suami Terlalu Baik

Terjadi kasus yang unik di India, diketahui seorang istri meminta cerai sang suami karena terlalu baik.

Editor: Glendi Manengal
onedio.com
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kasus yang unik di India.

Diketahui seorang istri meminta cerai sang suami karena terlalu baik.

Hal tersebut membuat hakim kebingungngan.

Daftar Daerah Berpotensi Hujan Hari Selasa 25 Agustus 2020

Bupati Minahasa Sosialisasikan Perbup Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Ilustrasi Hakim
Ilustrasi Hakim (kompas)

Sebuah kasus rumah tangga yang sangat aneh, seorang wanita dari distrik Sambhal, Uttar Pradesh, India telah meminta cerai dari suaminya.

Wanita itu beralasan bahwa sang suami terlalu mencintainya dan tidak bertengkar dalam membangun rumah tangga.

Wanita yang tak disebutkan namanya itu, telah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Syariah setempat setelah 18 bulan pernikahan mereka.

Hakim pengadilan Syariah itu bingung ketika wanita tersebut memberikan alasan untuk mengajukan cerai.

Hakim pengadilan itu kemudian menolak permintaan cerai, dengan menyebutnya ‘sembrono’.

Melansir dari Time Now News, Senin (24/8/2020), media lokal, Dainik Jagran melaporkan hakim menolak untuk memutuskan kasus ‘sembrono’ ini.

Ternyata masalah tersebut sampai ke panchayat (majelis desa) setempat yang juga menyatakan ketidakmampuannya untuk memutuskan masalah tersebut.

Sebelumnya, dalam pembelaannya di pengadilan Syariah, wanita itu mengaku tak bisa memahami rasa cinta suaminya kepada dirinya.

"Dia (suami) baik, tidak pernah membentak saya atau mengecewakan saya karena masalah apa pun. Saya merasa tercekik dalam situasi seperti itu,” tuturnya.

“Terkadang dia memasak untuk saya dan juga membantu saya dalam melakukan pekerjaan rumah tangga," sebut wanita itu dalam sidang pengadilan.

Menurut laporan media tersebut, wanita itu mengatakan dia tidak pernah bertengkar dengan suaminya.

“Setiap kali saya melakukan kesalahan, dia selalu memaafkan saya. Saya ingin berdebat dengannya. Saya tidak membutuhkan kehidupan di mana suami mengiyakan apapun,” tambahnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved