Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir di Bolsel

'Air Bah' Hanyutkan 125 Hektare Padi di Bolsel

Banjir dan tanah longsor di kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) baru-baru ini, membuat warga pesisir Selatan BMR ini terpukul

Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / nielton durado
Tanaman padi saat diterpa banjir, belum lama ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Banjir dan tanah longsor di kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) baru-baru ini, membuat warga pesisir Selatan BMR ini terpukul.

Pasalnya, bukan hanya rumah dan barang elektronik yang rusak saja.

Air bah tersebut juga menghanyutkan tanaman Padi, dan banyak petani dipastikan gagal panen kali ini.

Menurut, kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Marwan Makalalag, ketika ditemui Tribun Manado, Senin (24/8/2020) di kantornya, mengatakan kurang lebih 125.54 Hektare (Ha) lahan Padi Sawah dan Padi Ladang 0.10 Ha yang gagal panen.

Inilah Kasat Lantas Perempuan Pertama di Polresta Manado, AKP Anita Jaga Integritas

Ini Pertimbangan DPP Golkar Memilih Jilly Eman, JAK: Kemenangan Sudah di Depan Mata

“Dari total itu, terbagi atas beberapa kecamatan yang ada di Bolsel," ujarnya.

Lanjutnya, dari dua jenis tanaman tersebut padi sawah yang paling dominan rusak.

“Jadi tiga kecamatan yang terdampak gagal panen itu, yakni Bolaang Uki, Pinolosian, Pinolosian Tengah," bebernya.

Mantan aktivis HMI ini, mengaku untuk padi Ladang hanya kecamatan Helumo, yang kena dampaknya.

“Nah kecamatan Bolaang Uki, yang sangat luas wilayah tanaman padi sawah yang rusak sekira 85,13 Ha," ungkapnya.

Ayub Ali Peluang Dipinang PDIP Maju Pilkada Manado

Terungkap-Suami Siri dan Bekas Murid Ayah Ikut Bunuh Bos Ekspedisi, Bayaran Disiapkan Rp 200 Juta

Dia menambahkan, nantinya data ini akan dikirim ke pusat.

“Semoga bantuan dari pusat bisa didapat, dan akan disalurkan kepada masyarakat yang berprofesi petani padi," kuncinya.

Sekedar informasi, sebelumnya 35, 82 Hektar (Ha) lahan jagung pun gagal panen akibat terjangan banjir.

Lahan padi tersebut terdapat di Kecamatan Tomini, Pinolosian, Helumo, Posigadan dan Pinolosian Tengah.

Dari kelima kecamatan itu, Pinolosian Tengah menjadi yang terparah yakni berkisar, 19.00 Ha luas lahan jagung yang tidak bisa dipanen. (Nie)

Mona Kloer: PAC yang Baru Dilantik Jangan Hanya Jadikan Batu Loncatan

Vita Marcelina Sailin Tingkatkan Minat Membaca Buku

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved