Banjir di Bolsel
'Air Bah' Hanyutkan 125 Hektare Padi di Bolsel
Banjir dan tanah longsor di kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) baru-baru ini, membuat warga pesisir Selatan BMR ini terpukul
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Banjir dan tanah longsor di kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) baru-baru ini, membuat warga pesisir Selatan BMR ini terpukul.
Pasalnya, bukan hanya rumah dan barang elektronik yang rusak saja.
Air bah tersebut juga menghanyutkan tanaman Padi, dan banyak petani dipastikan gagal panen kali ini.
Menurut, kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Marwan Makalalag, ketika ditemui Tribun Manado, Senin (24/8/2020) di kantornya, mengatakan kurang lebih 125.54 Hektare (Ha) lahan Padi Sawah dan Padi Ladang 0.10 Ha yang gagal panen.
• Inilah Kasat Lantas Perempuan Pertama di Polresta Manado, AKP Anita Jaga Integritas
• Ini Pertimbangan DPP Golkar Memilih Jilly Eman, JAK: Kemenangan Sudah di Depan Mata
“Dari total itu, terbagi atas beberapa kecamatan yang ada di Bolsel," ujarnya.
Lanjutnya, dari dua jenis tanaman tersebut padi sawah yang paling dominan rusak.
“Jadi tiga kecamatan yang terdampak gagal panen itu, yakni Bolaang Uki, Pinolosian, Pinolosian Tengah," bebernya.
Mantan aktivis HMI ini, mengaku untuk padi Ladang hanya kecamatan Helumo, yang kena dampaknya.
“Nah kecamatan Bolaang Uki, yang sangat luas wilayah tanaman padi sawah yang rusak sekira 85,13 Ha," ungkapnya.
• Ayub Ali Peluang Dipinang PDIP Maju Pilkada Manado
• Terungkap-Suami Siri dan Bekas Murid Ayah Ikut Bunuh Bos Ekspedisi, Bayaran Disiapkan Rp 200 Juta
Dia menambahkan, nantinya data ini akan dikirim ke pusat.
“Semoga bantuan dari pusat bisa didapat, dan akan disalurkan kepada masyarakat yang berprofesi petani padi," kuncinya.
Sekedar informasi, sebelumnya 35, 82 Hektar (Ha) lahan jagung pun gagal panen akibat terjangan banjir.
Lahan padi tersebut terdapat di Kecamatan Tomini, Pinolosian, Helumo, Posigadan dan Pinolosian Tengah.
Dari kelima kecamatan itu, Pinolosian Tengah menjadi yang terparah yakni berkisar, 19.00 Ha luas lahan jagung yang tidak bisa dipanen. (Nie)
• Mona Kloer: PAC yang Baru Dilantik Jangan Hanya Jadikan Batu Loncatan
• Vita Marcelina Sailin Tingkatkan Minat Membaca Buku
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tanaman-padi-saat-diterpa-banjir-belum-lama-ini.jpg)