News
Saat Stasiun Luar Angkasa Internasional Alami Kebocoran, NASA Lakukan Penyelidikan
NASA sebenarnya pertama kali melihat indikasi kebocoran tersebut pda September 2019, tapi peningkatan kebocoran udara tak terlalu menimbulkan khawatir
TRIBUNMANADO.CO.ID - Stasiun luar angkasa ini tidak sepenuhnya kedap udara.
Setiap hari kabin kehilangan sedikit udara dan harus dipantau dengan hati-hati supaya tekanan udara dapat dipertahankan sekaligus mengidentifikasi kebocoran.
Karna memang Tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS) bukan berarti tanpa resiko.
Buktinya, baru-baru ini NASA mengumumkan jika ISS ternyata mengalami kebocoran.
• Fasilitas Unik Buatan Pemerintah Amsterdam Jadi Solusi Bagi Orang yang Biasa Kencing Sembarangan
Seperti dikutip dari Science Alert, Sabtu (22/8/2020), NASA sebenarnya pertama kali melihat indikasi kebocoran tersebut pada September 2019, tapi peningkatan kebocoran udara tak terlalu menimbulkan kekhawatiran serius.
Namun sekarang tingkat kebocoran tersebut rupanya telah meningkat dan menyebabkan udara di ISS menjadi berkurang. NASA pun bekerja keras mencari tahu dari mana kebocoran itu berasal.
Sementara itu, kru ISS tidak berada dalam bahaya. Tetapi astronot NASA Komandan Chris Cassidy, kosmonot Roscosmoes Ivan Vagner dan Anatoly Ivanishin terpaksa harus berpindah ke Modul Layanan Zvezda sembari menunggu misi kontrol mencari sumber kebocoran.
Setelah kebocoran dapat terlacak, maka kru dapat melakukan pencarian yang lebih terperinci untuk menemukan sumber kebocoran.
"Semua palka stasiun luar angkasa akan ditutup akhir pekan ini sehingga misi pengontrol dapat berhati-hati memantau tekanan udara di setiap modul," ungkap Mark Garcia, perwakilan dari NASA.
Kebocoran terakhir di stasiun ini terjadi dua tahun lalu dan teridentifikasi pada 29 Agustus 2018. Tindakan serupa juga dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini.
Hasil penyelidikan menyebut jika ada lubang kecil sebesar 2 mm yang kemungkinan disebabkan oleh kesalahan manufaktur.
Melacak kebocoran semacam itu memang menjadi sebuah tantangan karena fluktuasi tekanan udara normal di dalam ISS. Tekanan juga berubah karena fluktuasi suhu, serta pengoperasian stasiun luar angkasa yang rutin dilakukan.
Astronot Panen Selada di Stasiun Luar Angkasa
Ilmuwan menyebut selada yang ditanam di Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS) sepanjang 2014 hingga 2016 sama bergizinya dengan yang dibudidayakan di Bumi.
Kabar ini dapat memberikan solusi bahan pangan bagi manusia saat melakukan misi-misi luar angkasa selanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-astronot-saat-berada-di-luar-angkasa.jpg)