Catatan Willy Kumurur
Lyon vs Bayern Munchen, Persaingan Demi Keagungan
Belum pernah terjadi sebelumnya dua tim Prancis di semifinal Liga Champions setelah dua malam dengan hasil luar biasa di Lisbon.
Laga Lyon vs Bayern Munchen akan tersaji pada semifinal Liga Champions 2020 di stadion Jose Avelade, Kamis (20/8/2020) dini hari.
Oleh: Willy Kumurur
Penikmat Bola. Bermukim di Kota Manado.
PERSAINGAN tertinggi dan paling abadi di dunia ini adalah persaingan antara manusia dengan manusia.
Mengapa muncul persaingan?
Adanya persamaan dalam status alamiah antara manusia satu dengan lainnya menyebabkan setiap manusia memiliki dorongan yang sama untuk memperoleh apapun yang dia inginkan.
Maka terjadilah persaingan.
Demikian dalil yang dikemukakan oleh Thomas Hobbes, filsuf masyhur Inggris.
Lanjut Hobbes, “Setiap manusia memiliki hasrat alamiah untuk mendapatkan penghormatan dan keagungan.” Postulat itu juga berlaku di dunia sepakbola.
Atas nama kehormatan dan keagungan, persaingan diselesaikan di atas gelanggang pertempuran Estádio do Sport Lisboa e Benfica, Lisbon.
• Pariwisata di Minut Mulai Dibuka Secara Bertahap Pada Masa AKB
Tempat itu menjadi saksi sejarah manakala naskah drama William Shakespeare dipentaskan dengan gemilang oleh Robert Lewandowski dan kawan-kawan.
Riak air di Sungai Tagus seolah menari kegirangan menyambut kemenangan Bayern Muenchen, namun sekaligus berlinang air mata meratapi kekalahan Barcelona.
Laga dua tim raksasa ini layak disebut drama karena raksasa Spanyol, Barcelona, mesti menanggung malu karena remuk-redam 2-8.
Pemain terbaik dunia pemegang enam trofi Ballon d’Or, Lionel Messi, tak berkutik.
The Messiah tak sanggup menyelamatkan El Blaugrana dari kekalahan.
Kemenangan FC Hollywood (Bayern Muenchen) menghentar mereka ke semifinal sekaligus makin melambungkan nama pelatihnya, Hans-Dieter Flick (Hansi).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/willy-kumurur_20180213_095358.jpg)