Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Indonesia

Dampak Klaim Obat Covid-19 Unair bagi Psikologis Masyarakat

Klaim obat Covid-19 kali ini datang dari Universitas Airlangga, sesaat setelah Rusia memproklamirkan diri telah berhasil menemukan vaksin Covid-19.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Kolase reddit.com dan hellosehat.com
Ilustrasi obat virus corona. 

Oleh karena itu, klaim tanpa dukungan pengujian bisa menimbulkan tersebarnya informasi yang kurang tepat di masyarakat.

"Dampaknya apa? Akan terjadi misinformasi pada masyarakat, ini yang berbahaya. Karena uji klinis harus memberikan bukan hanya 'scientific value' tapi juga 'social value'," tegas ahli jantung di RS Jantung Harapan Kita itu.

Di sisi lain, Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito berharap agar Unair dapat memberikan paparan secara lengkap dan jelas atas penelitian yang telah mereka lakukan.

"Karena transparansi publik sangat diperlukan. Tentu Universitas Airlangga tidak keberatan untuk menjelaskan bagaimana kaji etik berlangsung dan uji klinis yang sedang dijalankan," kata Wiku dalam konferensi pers daring dari Istana Kepresidenan, Selasa (18/8/2020).

Meski meyakini bahwa Unair telah melakukan pengembangan obat sesuai dengan metode yang tepat, Wiku menekankan, uji klinis yang dilakukan oleh sejumlah pihak harus mematuhi kaidah yang sesuai dengan standar internasional.

Setidaknya, ada dua prinsip utama yang harus dipenuhi di dalam uji klinis tersebut, yaitu aman dalam arti memberikan perlindungan yang baik dan efektif dan pengobatan.

Apabila memang obat yang dikembangkan dilakukan dengan prosedur yang benar, bukan tidak mungkin nantinya obat tersebut akan diproduksi massal. Namun, Wiku menegaskan, hingga saat ini masih harus menunggu izin dari BPOM.

Kenapa banyak klaim obat Covid-19?

Kurang maksimalnya pemerintah di dalam menangani wabah Covid-19 disinyalir menjadi salah satu faktor banyaknya klaim obat akhir-akhir ini.

Ditambah, literasi terkait produk obat-obatan selama pandemi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat juga masih kurang.

Kondisi itu pun berdampak terhadap psikologis masyarakat. Di satu sisi, pandemi membuat aktivitas perekonomian masyarakat terganggu.

Di sisi lain, ada kebutuhan hidup yang harus harus mereka penuhi.

"Akibatnya, banyak masyarakat mencari jalan ke luar sendiri untuk membuat obat dan melakukan pengobatan sendiri," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.

Hingga Selasa (18/8/2020) tercatat, akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 143.043 orang, sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Dalam sepekan terakhir, penambahan kasus baru pun selalu di atas angka 1.600-an orang per hari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved