Update Virus Corona Dunia
Boeing Dikabarkan Akan Lakukan PHK pada Karyawannya Akibat Corona yang Tak Kunjung Selesai
Boeing dikabarkan akan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap karyawannya.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat semua lini kehidupan bergejolak.
Bahkan, Produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) juga terdampak oleh mewabahnya pandemi ini.
Boeing dikabarkan akan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap karyawannya.
Mengutip dari lama situs Bloomberg pada Selasa (18/8/2020), PHK yang dilakukan Boeing ini merupakan kali kedua. Sebelumnya Boeing telah melakukan PHK terhadap 19 ribu karyawannya pada April 2020.
• UPDATE Covid-19 di Indonesia 18 Agustus 2020: Pasien Sembuh Bertambah 1.848, Kini Capai 96.306 Orang
Kebijakan PHK yang dilakukan Boeing ini, disebutkan karena sumber pendapatan utama saat ini sangat terganggu oleh dampak pandemi Covid-19.
Bisnis Boeing saat ini bergantung pada pendapatanan divisi pertahanan dan luar angkasa yang kini memperkerjakan sekitar 3.000 karyawan.
Pada Mei 2020 lalu, Boeing memang telah merencanakan kebijakan PHK terhadap karyawannya. CEO Boeing Dave Calhoun menyampaikan, PHK ini secara sukarela ditawarkan kepada para pegawai.
"Tawaran ini sebagian besar ditawarkan kepada staf di unit pesawat komersil, serta divisi layanan dan operasi perusahaan," ucap Dave.
Terkait kebijakan PHK yang akan dilakukan Boeing, Dave mengatakan, infomrasi lebih detail akan diumumkan pada 24 Agustus 2020 nanti.
"Kami berharap permintaan pasar saat ini dapat mempertahankan jumlah tenaga kerja, tetapi nyatanya sangatlah sulit di tengah kondisi sulit ini," ujar Dave.
Kebijakan PHK ini menurut Dave, merupakan langkah yang sulit dan mau tidak mau harus diselataskan dengan realitas yang ada untuk menjaga likuiditas serta posisi perusahaan untuk segera bangkit.
Hingga saat ini Boeing pun belum memberikan informasi, berapa persentase karyawan yang akan terkena kebijakan PHK akibat sulitnya keadaan ekonomi saat ini.
• Semifinal Liga Champions, Saatnya Pemain Termahal Beri Bukti, Ini Link Live Streaming Leipzig vs PSG
Boeing 737 MAX Memulai Penerbangan Uji Sertifikasi
Regulator keselamatan udara Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan memulai uji penerbangan terhadap Boeing 737 MAX yang bermasalah, pada awal pekan ini.
Pesawat-pesawat itu sebelumnya telah dikandangkan dan ditarik dari pasaran dunia setelah terjadinya dua kecelakaan fatal yang diduga disebabkan kegagalan pada perangkat lunak (software) kontrol penerbangan.
Dikutip dari laman Russia Today, Senin (29/6/2020), uji penerbangan dengan Federal Aviation Administration (FAA) ini akan dimulai paling cepat pada Senin waktu setempat dan akan berlangsung selama tiga hari.
Ini akan menjadi uji coba utama yang dilakukan untuk seri Boeing 737 MAX yang sebelumnya bernasib buruk itu.
Jika uji terbang ini berhasil, tentunya dapat membuka jalan bagi ratusan pesawat terbang lainnya untuk seri yang sama agar bisa kembali digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia.
Pesawat jet dari seri 737 MAX terlaris ini sebelumnya terpaksa dikandangkan secara massal pada Maret 2019, setelah terjadinya kecelakaan fatal di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan total 346 orang.
Dalam kedua kasus ini, software kontrol penerbangan diduga menjadi penyebab pesawat itu secara tiba-tiba menukik, tak lama setelah lepas landas.
Insiden tragis tersebut kemudian memicu kekhawatiran yang meluas terkait kelemahan teknis dan kontrol kualitas di Boeing, serta pelatihan bagi para pilot yang menerbangkan 737 MAX.
Sejak saat itu, Boeing akhirnya melakukan revisi pada beberapa fitur model 737 MAX, termasuk software kontrol penerbangan dan hardware terkait yang ada di dalam kabin.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Corona Tak Kunjung Selesai, Boeing Dikabarkan Akan Kembali PHK Karyawan
TONTON JUGA :