Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

2 Merek Vaksin Ini Sudah Kantongi Izin, Patennya Memupus Tuduhan AS

Dua negara mengklaim berhasil menciptakan vaksin virus corona/Covid-19.

Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar memperlihatkan vaksin produk Bio Farma, saat jumpa pers terkait vaksin palsu di kantor Bio Farma, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (30/6/2016). Bio Farma telah melakukan koordinasi dengan Bareskrim, Kementerian Kesehatan, Badan POM, dan distributor resmi vaksin Bio Farma, berdasarkan pengamatan fisik, kemasan, dan hasil uji laboratorium, vaksin yang diduga palsu adalah asli, atau tidak dipalsukan. Masyarakat agar tidak ragu untuk mengimunisasi putra putrinya dengan vaksin yang menjadi program pemerintah, baik di rumah sakit, puskesmas, posyandu, maupun di klinik. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BEIJING - Hingga kini virus corona/Covid-19 masih menghantui dunia.

Dua negara mengklaim berhasil menciptakan vaksin Covid-19.

Bahkan, kedua vaksin Covid-19 ini sudah mengantongi persetujuan dari negara masing-masing hingga Selasa (18/08/2020).

Teranyar China telah mengeluarkan persetujuan paten untuk pertama kali kepada calon vaksin Covid-19 yang

dikembangkan perusahaan lokal CanSino Biologics Inc.

BACA JUGA :

 Kata-kata Terakhir 10 Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi: Saya Ingin Memulai dengan Mengakui Cinta

 Pedangdut Ini Alami Kelumpuhan Setelah Lakukan Operasi Plastik, Sebut Bisa Menyerang Siapapun

 Kabar Terkini Umar Patek Terpidana Bom Bali, Dapat Remisi HUT ke-75 RI, Singgung Waktu Kebebasannya

TONTON JUGA :

Vaksin yang memenangkan persetujuan paten dari otoritas Beijing bernama Ad5-nCOV.

Demikian kantor berita milik pemerintah melaporkan, mengutip dokumen dari Otoritas Kekayaan Intelektual Nasional

China, seperti dilansir Reuters, Senin (17/8/2020).

Paten terhadap vaksin Covid-19 dikeluarkan pada Minggu (16/08/2020).

Vaksin Ad5-ncov dikembangkan perusahaan Biofarmasi China Cansino Biologics Inc, bersama tim yang dipimpin oleh ahli

penyakit menular militer China, Chen Wei.

"Hibah paten ini mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan vaksin," jelas pihak CanSino dalam sebuah pernyataan yang

dikirim ke media pemerintah China, Global Times pada Minggu (16/8/2020).

Media milik partai politik penguasa di China, Global Times mengutip pandangan para ahli yang mengatakan paten ini

menunjukkan keaslian vaksin dan memupus tuduhan Amerika Serikat (AS), bahwa peretas China berusaha untuk mencuri

data pengembangan obat dan vaksin dari negara lain.

Global Times menjelaskan, paten yang diberikan secara resmi juga akan meningkatkan kepercayaan pasar kepada

vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh China.

AS telah membuat tuduhan sejak Mei lalu, peretas China sedang berusaha untuk mencuri data obat dan vaksin tanpa

memberikan bukti substansial.

Hasil uji klinis tahap satu dan dua dari vaksin ini terungkap pada 20 Juli, menunjukkan tingkat keamanan yang baik

dan tinggi respon imun.

Sebelumnya, CanSino Biologics, pengembang vaksin asal China melakukan pembicaraan dengan Rusia, Brasil,

Chili dan Arab Saudi untuk meluncurkan uji coba tahap III vaksin eksperimental Covid-19.

Demikian disampaikan salah seorang pendiri CanSino Biologics pada Sabtu (12/07/2020) waktu setempat.

Keberhasilan China dalam menanggulangi infeksi Covid-19 telah menyulitkan pihaknya untuk melakukan percobaan

vaksin berskala besar.

Sejauh ini hanya beberapa negara telah sepakat untuk bekerja sama.

"Kami menghubungi Rusia, Brazil, Chili dan Arab Saudi (untuk uji klinis tahap III), dan itu masih dalam diskusi," Qiu Dongxu,

Direktur Eksekutif dan pendiri CanSino, dalam konferensi pers pengembangan obat anti-virus di Suzhou, di Timur China.

Dia mengatakan uji klinis fase III kemungkinan akan segera dimulai dan perusahaan berencana untuk

merekrut 40.000 sukarelawan.

Kandidat vaksin Covid-19 buatan mereka, Ad5-nCov, menjadi yang pertama di China melakukan tahap

pengujian kepada manusia pada bulan Maret lalu.

Namun kini menjadi tertinggal dari vaksin-vaksin lainnya dalam hal kemajuan percobaan.

Dua vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech dan China National Pharmaceutical

Group (Sinopharm) sudah disetujui untuk uji klinis tahap III.

Qiu mengatakan uji kliniz tahap II yang melibatkan 508 orang telah membuahkan hasil "jauh lebih baik"

dari tahap I terkait keselamatan dan kemampuan untuk memicu respons imun.

Namun sayang dia tidak mengungkapkan bukti tertentu.

Dia mengatakan pabrik baru dibangun di China akan memungkinkan untuk menghasilkan 100-200 juta dosis

vaksin virus corona per tahun pada awal 2021.

Militer China, yang unit penelitiannya ikut mengembangkan kandidat vaksin, menyetujui penggunaan di kalangan militernya

bulan lalu. Sementara dua injeksi eksperimental Sinopharm ditawarkan kepada karyawan di perusahaan milik

negara yang bepergian ke luar negeri.

Rusia Klaim Jadi Negara Pertama Miliki Vaksin Covid-19

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia menjadi negara pertama di dunia memberikan persetujuan

penggunaan vaksin Covid-19 setelah kurang dari dua bulan pengujian manusia.

Vaksin, yang didaftarkan Rusia itu bernama "Sputnik V".

Nama itu dipakai dalam rangka memberikan penghormatan kepada satelit pertama di dunia yang diluncurkan oleh Uni Soviet.

Demikian dilansir Reuters, Rabu (12/8/2020).

(Global Times/Reuters/AFP/Tribunnews)

BERITA PILIHAN EDITOR :

Kata-kata Terakhir 10 Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi: Saya Ingin Memulai dengan Mengakui Cinta

Pedangdut Ini Alami Kelumpuhan Setelah Lakukan Operasi Plastik, Sebut Bisa Menyerang Siapapun

Kabar Terkini Umar Patek Terpidana Bom Bali, Dapat Remisi HUT ke-75 RI, Singgung Waktu Kebebasannya

TONTON JUGA :

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ad5-nCOV Vs Sputnik V: Dua Vaksin Covid-19 yang Sudah Kantongi Izin

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved