Update Virus Corona Dunia
2 Merek Vaksin Ini Sudah Kantongi Izin, Patennya Memupus Tuduhan AS
Dua negara mengklaim berhasil menciptakan vaksin virus corona/Covid-19.
TRIBUNMANADO.CO.ID, BEIJING - Hingga kini virus corona/Covid-19 masih menghantui dunia.
Dua negara mengklaim berhasil menciptakan vaksin Covid-19.
Bahkan, kedua vaksin Covid-19 ini sudah mengantongi persetujuan dari negara masing-masing hingga Selasa (18/08/2020).
Teranyar China telah mengeluarkan persetujuan paten untuk pertama kali kepada calon vaksin Covid-19 yang
dikembangkan perusahaan lokal CanSino Biologics Inc.
BACA JUGA :
• Kata-kata Terakhir 10 Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi: Saya Ingin Memulai dengan Mengakui Cinta
• Pedangdut Ini Alami Kelumpuhan Setelah Lakukan Operasi Plastik, Sebut Bisa Menyerang Siapapun
• Kabar Terkini Umar Patek Terpidana Bom Bali, Dapat Remisi HUT ke-75 RI, Singgung Waktu Kebebasannya
TONTON JUGA :
Vaksin yang memenangkan persetujuan paten dari otoritas Beijing bernama Ad5-nCOV.
Demikian kantor berita milik pemerintah melaporkan, mengutip dokumen dari Otoritas Kekayaan Intelektual Nasional
China, seperti dilansir Reuters, Senin (17/8/2020).
Paten terhadap vaksin Covid-19 dikeluarkan pada Minggu (16/08/2020).
Vaksin Ad5-ncov dikembangkan perusahaan Biofarmasi China Cansino Biologics Inc, bersama tim yang dipimpin oleh ahli
penyakit menular militer China, Chen Wei.
"Hibah paten ini mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan vaksin," jelas pihak CanSino dalam sebuah pernyataan yang
dikirim ke media pemerintah China, Global Times pada Minggu (16/8/2020).
Media milik partai politik penguasa di China, Global Times mengutip pandangan para ahli yang mengatakan paten ini
menunjukkan keaslian vaksin dan memupus tuduhan Amerika Serikat (AS), bahwa peretas China berusaha untuk mencuri
data pengembangan obat dan vaksin dari negara lain.
Global Times menjelaskan, paten yang diberikan secara resmi juga akan meningkatkan kepercayaan pasar kepada
vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh China.
AS telah membuat tuduhan sejak Mei lalu, peretas China sedang berusaha untuk mencuri data obat dan vaksin tanpa
memberikan bukti substansial.
Hasil uji klinis tahap satu dan dua dari vaksin ini terungkap pada 20 Juli, menunjukkan tingkat keamanan yang baik
dan tinggi respon imun.
Sebelumnya, CanSino Biologics, pengembang vaksin asal China melakukan pembicaraan dengan Rusia, Brasil,
Chili dan Arab Saudi untuk meluncurkan uji coba tahap III vaksin eksperimental Covid-19.
Demikian disampaikan salah seorang pendiri CanSino Biologics pada Sabtu (12/07/2020) waktu setempat.
Keberhasilan China dalam menanggulangi infeksi Covid-19 telah menyulitkan pihaknya untuk melakukan percobaan
vaksin berskala besar.
Sejauh ini hanya beberapa negara telah sepakat untuk bekerja sama.
"Kami menghubungi Rusia, Brazil, Chili dan Arab Saudi (untuk uji klinis tahap III), dan itu masih dalam diskusi," Qiu Dongxu,
Direktur Eksekutif dan pendiri CanSino, dalam konferensi pers pengembangan obat anti-virus di Suzhou, di Timur China.
Dia mengatakan uji klinis fase III kemungkinan akan segera dimulai dan perusahaan berencana untuk
merekrut 40.000 sukarelawan.
Kandidat vaksin Covid-19 buatan mereka, Ad5-nCov, menjadi yang pertama di China melakukan tahap
pengujian kepada manusia pada bulan Maret lalu.
Namun kini menjadi tertinggal dari vaksin-vaksin lainnya dalam hal kemajuan percobaan.
Dua vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech dan China National Pharmaceutical
Group (Sinopharm) sudah disetujui untuk uji klinis tahap III.
Qiu mengatakan uji kliniz tahap II yang melibatkan 508 orang telah membuahkan hasil "jauh lebih baik"
dari tahap I terkait keselamatan dan kemampuan untuk memicu respons imun.
Namun sayang dia tidak mengungkapkan bukti tertentu.
Dia mengatakan pabrik baru dibangun di China akan memungkinkan untuk menghasilkan 100-200 juta dosis
vaksin virus corona per tahun pada awal 2021.
Militer China, yang unit penelitiannya ikut mengembangkan kandidat vaksin, menyetujui penggunaan di kalangan militernya
bulan lalu. Sementara dua injeksi eksperimental Sinopharm ditawarkan kepada karyawan di perusahaan milik
negara yang bepergian ke luar negeri.
Rusia Klaim Jadi Negara Pertama Miliki Vaksin Covid-19
Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia menjadi negara pertama di dunia memberikan persetujuan
penggunaan vaksin Covid-19 setelah kurang dari dua bulan pengujian manusia.
Vaksin, yang didaftarkan Rusia itu bernama "Sputnik V".
Nama itu dipakai dalam rangka memberikan penghormatan kepada satelit pertama di dunia yang diluncurkan oleh Uni Soviet.
Demikian dilansir Reuters, Rabu (12/8/2020).
(Global Times/Reuters/AFP/Tribunnews)
BERITA PILIHAN EDITOR :
• Kata-kata Terakhir 10 Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi: Saya Ingin Memulai dengan Mengakui Cinta
• Pedangdut Ini Alami Kelumpuhan Setelah Lakukan Operasi Plastik, Sebut Bisa Menyerang Siapapun
• Kabar Terkini Umar Patek Terpidana Bom Bali, Dapat Remisi HUT ke-75 RI, Singgung Waktu Kebebasannya
TONTON JUGA :
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ad5-nCOV Vs Sputnik V: Dua Vaksin Covid-19 yang Sudah Kantongi Izin