HUT ke 75 Kemerdekaan RI
Kisah Keberanian Wartawan di Balik Foto Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI
Berkat dua orang bersaudara itu, hingga saat ini saksi bisu hari paling penting untuk bangsa ini bisa kita lihat
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Foto ikonik yang saat kini kita lihat di buku-buku sejarah ataupun dalam tayangan televisi saat HUT Kemerdekaan RI, dimana Presiden Soekarno membacakan teks Proklamasi merupakan karya dari sosok kakak beradik, Alex Mendur dan Frans Mendur.
Berkat dua orang bersaudara itu, hingga saat ini saksi bisu hari paling penting untuk bangsa ini bisa kita lihat.
"Padahal tak ada instruksi untuk keduanya mengambil foto saat teks Proklamasi dibacakan. Frans Mendur hanya tak sengaja mendengar kabar dari harian Asia Raya. Pun kakaknya, Alex Mendur yang berprofesi sebagai fotografer kantor berita Jepang waktu itu," ujar Pierre Mendur (53), cucu dari Bernard Mendur, anak ketiga dari 10 Mendur bersaudara, Senin (17/8/2020).
Keduanya langsung bergegas ke kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Cikini, Jakarta dengan membawa kamera masing-masing.
• Dua Remaja Cantik Bolmong Ini Cetak Sejarah, Anisa Sempat Kesulitan Bernapas
• Menjaga Sterilisasi Kamar Hotel, Jles Boutique Hotel Lakukan Fogging Disinfektan
• Meriahkan HUT RI Ke 75, Wartawan Bolsel Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir
Dengan mengendap-endap, Mendur bersaudara berhasil merapat di lokasi tepat pukul 05.00 pagi. Rupanya hanya mereka berdua, fotografer yang hadir di hari paling penting bagi bangsa Indonesia itu.
Alex dan Frans berhasil mengabadikan beberapa foto detik-detik proklamasi Indonesia. Namun usai upacara, mereka berdua disergap tentara Jepang. Alex ditangkap, kameranya disita, hasil fotonya dibakar.
Sementara Frans berkilah, ia mengaku negatif filmnya telah dirampas Barisan Pelopor padahal telah dikubur dalam tanah. Tentara Jepang pun berhasil ia kelabuhi.
Setelah dirasa aman, tiga hari kemudian keduanya lalu menggali tanah tempat negatif film dikubur. Tak menunggu lama, film itu kemudian dicetak.
• 3.805 Pegawai OJK se-Indonesia Ikut Upacara Kemerdekaan RI ke-75 Secara Virtual
Mendur bersaudara harus diam-diam menyelinap di malam hari, memanjat pohon, dan melompati pagar hingga akhirnya menemukan lab foto. Sebab jika tertangkap Jepang, risikonya yaitu bakal dihukum mati.
Foto itu baru diterbitkan antara 19 dan 20 Februari 1946 karena sensor Pemerintah Jepang.
Sejak itu, hasil jepretan Frans menjadi satu-satunya rujukan untuk mengenang peristiwa proklamasi kemerdekaan RI.
• Sejarah Paskibraka, Kisahnya Berawal dari Perintah Presiden Soekarno hingga Punya Pesan Pemersatu
• Brimob Polda Sulut Bantu Korban Banjir di Bolsel
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/patung-mendur-bersaudara.jpg)