Breaking News
Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Pembunuhan

Arini Dibunuh Setelah Curhat ke Putrinya: 'Mama di Sini Nggak Tahan Mama Pengen Pulang'

Arini menghubungi Uan pada, Senin (10/8/2020) malam, sekitar pukul 19.00 WIB, sehari sebelum kejadian pembunuhan itu.

Editor: Frandi Piring
SERAMBINEWS.COM/ BUDI FATRIA
Uan Maharani, anak dari korban Arini, menceritakan terakhir kalinya dirinya berbicara dengan sang ibu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Arini (35), korban pembunuhan oleh suami sirinya sendiri ditemukan meninggal di kediamannya di Kampung Karang Rejo,

Dusun Karang Anyar, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah.

Menyayat hati, Arini sebelum meninggal, mencurahkan perasaannya kepada sang anak.

Ia sempat menelepon anak kandungnya Uan Maharani (17) dan mencertikan kesedihannya.

Diketahui, Arini dan putrinya tinggal terpisah.

Uan tinggal bersama neneknya di Desa Mabar Hilir, Kecamatan Deli, Medan Sumatera Utara.

Tepat pada pada, Senin (10/8/2020) malam, sekitar pukul 19.00 WIB, Arini menghubungi Uan sehari sebelum kejadian pembunuhan itu.

Pada hari malam itu, Uan bersama neneknya sedang menonton TV.

Tiba-tiba masuk telepon dari mamanya yang tinggal di Kampung Karang Rejo, Dusun Karang Anyar, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Melalui sambungan telepon, mamanya menceritakan,

“Mama di sini nggak tahan, Mama pengen pulang, Mama di sini dipukuli dek,” ujar Uan, meniru ucapan Mamanya.

“Saya hanya bilang ke mama, ya sudah ma, pulang ke sini, saya tidak menanyakan lebih lanjut kapan mama pulang,” ujarnya dengan mata berkaca-

kaca saat ditemui wartawan di RSUD Muyang Kute, Bener Meriah, Kamis (13/8/2020).

Menurut pengakuan Uan, ia juga sering melihat status WhatsApp Mamanya yang bertuliskan kata-kata sedih seperti ada masalah.

Pinto Aceh, Perhiasan Peninggalan Sultan Iskandar Muda

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved