Info Kesehatan
Mengapa Perokok Berisiko Tinggi Terinfeksi Covid-19? Ini Penjelasan Dokter Paru
"Covid-19 lebih berisiko menyerang bagi yang punya penyakit komorbid, disini rokok meningkatkan penyakit komorbid lebih banyak" ujarnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Mengapa perokok disebut-sebut berisiko tinggi terpapar Covid-19?
Seorang dokter spesialis paru mengungkap empat alasan perokok sangat rentan terinfeksi virus corona.
Hal tersebut diketahui dari unggahan video di kanal YouTube BNPB.
Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR, menjelaskan soal anggapan ini.
"Bisa dilihat dari studi yang ada, bahwa seorang perokok terinfeksi Covid-19 sebesar 2 hingga 5 kali lebih tinggi" ujarnya.
Dokter Agus menjelaskan ada 4 hal yang membuat perokok lebih berisiko.
"Pertama karena seorang perokok jumlah reseptor ace2 lebih banyak, ini adalah tempat duduknya virus Sars Cov 2" jelasnya.
"Jadi ini sudah ada studinya dan sudah terbukti berdasar data pemeriksaan patologi darI jaringan seorang perokok" tambahnya.
Kedua adalah asap rokok terbukti menurunkan sistem imunitas terutama saluran napas.
"Ini karena bahan di asap rokok terbukti menggangu proses migrasi sel imunitas tubuh ketika melawan infeksi" ungkap Agus.
Poin ketiga adalah berhubungan dengan komorbiditas.
"Covid-19 lebih berisiko menyerang bagi yang punya penyakit komorbid, disini rokok meningkatkan penyakit komorbid lebih banyak" ujarnya.
Kemudian alasan keempat adalah karena kebiasaan perokok yang memegang rokok berulang-ulang.
"Ini yang membuat transmisi, karena tidak tau tangan dalam kondisi bersih atau tidak" jelasnya.
Sementara itu Ketua Forum Jogja Sehat Tanpa Tembakau/JSTT, Prof. Dra. RA. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., menambahkan risiko lain soal pendistribusian rokok yang memiliki risiko penularan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/adadawdwdw.jpg)