Konflik China Taiwan
Angkatan Udara Taiwan Melacak 2 Jet Tempur China dengan Rudal Anti Pesawat
Angkatan Udara Taiwan mengonfirmasi telah melacak dua jet tempur China dengan rudal anti-pesawat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Provokasi diduga dilakukan militer China di kawasan Selat Taiwan - perbatasan de facto China dan Taiwan, Senin 10 Agustus pagi.
Cara provokasi tersebut dilakukan dua jet tempur china yang kedapatan terbang tak lama melintasi "garis tengah" Selat Taiwan.
Angkatan Udara Taiwan mengonfirmasi telah melacak dua jet China tersebut dengan rudal anti-pesawat Taiwan yang berbasis di darat dan diusir oleh pesawat Taiwan yang berpatroli, sebagai mana yang diberitakan Reuters.
Unjuk kekuatan terjadi setelah China mengutuk kunjungan tersebut di tengah hubungan yang memburuk antara Beijing dan AS dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut media lokal yang dilansir Al jazeera, misi serupa telah memasuki wilayah udara dan perairan Taiwan setidaknya 20 kali di sepanjang tahun ini.
Sementara Taipei tidak diharuskan untuk mengungkapkan secara terbuka setiap pertemuan militer dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu memperingatkan pada bulan Juli bahwa Beijing mungkin bersiap untuk "menyelesaikan masalah Taiwan" yang dapat diartikan sebagai langkah untuk mengambil kendali atas pulau itu.
Al Jazeera memberitakan, Presiden China Xi Jinping tidak mengesampingkan kekerasan dalam merebut Taiwan, sebuah negara demokrasi dengan 23 juta orang yang diklaim oleh Partai Komunis Beijing sebagai miliknya meskipun tidak pernah memerintah pulau itu.
Para pejabat dan analis di Taiwan mengatakan peningkatan aktivitas militer tahun ini adalah pertanda bahwa Beijing mungkin mencari pengalih perhatian dari banyak masalah domestik, termasuk bencana banjir musim panas di China selatan, serta tekanan internasional pada berbagai masalah, termasuk pandemi virus corona baru dan perang dagang dengan AS.
Menurut Wang Ting-yu, seorang legislator Partai Progresif Demokratik dan anggota Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Taiwan, Taiwan telah lama menjadi kambing hitam yang nyaman bagi Partai Komunis di saat-saat sulit.
"Tahun ini, aktivitas yang muncul dari PLA tampak sedikit lebih dari biasanya, terutama di bagian Tenggara Selat Taiwan."
"Kami melihat bahwa dibandingkan dengan situasi domestik China, Partai Komunis China memiliki beberapa masalah di dalam negaranya: Covid-19, banjir, kekurangan pangan dan ekonomi sedikit lebih buruk dari biasanya," kata Wang kepada Al Jazeera.
Dia menambahkan, "Kami pikir sesuatu terjadi di dalam kepemimpinan Komunis China, mungkin Xi menghadapi semacam tantangan, dan mereka menggunakan konflik luar untuk mengalihkan masalah kepemimpinan internal."
Peningkatan tekanan militer pertama kali dicatat oleh pengamat China pada bulan Maret dan April dan berlanjut selama bulan-bulan berikutnya, bahkan ketika Taiwan mengadakan latihan domestik tahunannya sendiri pada bulan Juli untuk mempersiapkan kemungkinan serangan atau invasi oleh PLA.
Enoch Wu, seorang aktivis politik Taiwan dan mantan staf di Dewan Keamanan Nasional Taiwan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia memperkirakan permusuhan antar kedua pihak akan meningkat.
"Tentu saja jumlah latihannya cukup tinggi tahun ini, tapi saya pikir kita harus melihatnya sebagai bagian dari tren jangka panjang."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pesawat-pembom-china.jpg)