Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NU Berubah Pikiran Usai Disambangi Nadiem: Putuskan Kembali Ikut POP

Setelah sempat memutuskan mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP), Organisasi Kemasyarakatan.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tangkapan Layar Youtube Najwa Shihab
Mendikbud Nadiem Makarim hadir di acara Mata Najwa, Rabu (5/8/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Setelah sempat memutuskan mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP), Organisasi Kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) kini berubah pikiran. Mereka memutuskan kembali bergabung dengan program yang dicetus oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu.

Sosok Kasat Reskrim yang Diduga Terlibat Kasus Pelecehan dan Pemerasan

Keputusan NU untuk bergabung kembali dengan POP itu diambil setelah Mendikbud Nadiem Makarim menemui Rais Aam PBNU, KH. Miftahul Akhyar, dan Katib Aam PBNU, Yahya Cholil Staquf, di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

"Jika kemarin mungkin ada yang menganggap kontroversi yang sebetulnya tidak, bahwa NU menegaskan jika tetap ikut serta di dalam Program Organisasi Penggerak yang akan dilaksanakan Januari 2021 yang akan datang," kata Yahya kepada wartawan usai pertemuan dengan Nadiem kemarin.

Dengan kembalinya NU, maka tersisa dua ormas pendidikan besar lainnya, yakni Muhammadiyah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang hingga saat ini masih menyatakan sikap mundur dari POP.

Sebelumnya, Muhammadiyah bersama PGRI dan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif PBNU memutuskan mundur dari POP karena mereka tidak setuju ada lembaga yang diduga merupakan CSR, yakni Tanoto Foundation dan Yayasan Putera Sampoerna yang ikut dalam POP. Mereka juga menilai ada sejumlah ormas tak kompeten yang diloloskan dengan hibah dana besar.

Setelah ketiga organisasi itu mundur, Nadiem lalu meminta maaf dan mengatakan bahwa Tanoto Foundation serta Yayasan Putera Sampoerna membiayai pelatihan secara mandiri.

Ganjar Pranowo Nasihati Trio Macan di Markas Tribun

Nadiem juga sempat bertemu dengan Katib Aam Yahya Cholil Staquf. Dalam pertemuan itu, Yahya mengatakan pihaknya akan ikut dalam POP usai menarik diri. Namun, Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif PBNU sempat tidak sepakat dengan pernyataan Yahya.

Nadiem sendiri kemarin mengatakan bahwa pihaknya akan menunda POP hingga tahun 2021 mendatang. Keputusan ini diambil setelah Kemendikbud melakukan evaluasi selama sebulan terhadap program ini.

Nadiem mengatakan bahwa POP akan ditunda pelaksanaannya hingga awal 2021 mendatang. "Kami telah melakukan evaluasi satu bulan ini, dan memang setelah evaluasi ini, kemungkinan paling besar program ini lebih baik dimulai di Januari 2021," ujar Nadiem di kantor PBNU.

Nadiem mengatakan bahwa penundaan dilakukan guna mematangkan program sebelum diterapkan. Terlebih saat ini juga masih ada wabah virus corona yang mana membuat kegiatan di tempat umum menjadi terbatas. "Program ini akan pasti jalan di Januari 2021 dengan berbagai macam penyempurnaan," ucap Nadiem.

Nadiem juga menyatakan bahwa kunjungannya ke kantor PBNU merupakan bagian dari silaturahmi dan meminta doa restu dalam menghadapi tugas-tugas di Kemendikbud yang berat.

"Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari PBNU dan doa restu Rais Aam. Semoga Program Organisasi Penggerak (POP) dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang lebih baik lagi," kata Nadiem.

Sementara itu Rais Aam Miftahul Akhyar mengatakan bahwa NU harus terus bekerja sama erat dengan Kemendikbud. “Ini wajib karena menyangkut masa depan anak-anak kita dan masa depan Bangsa.

Maka NU wajib terus melibatkan diri dan menyertai program-program Kemendikbud, lebih-lebih lagi dalam upaya-upaya perbaikan dan pembaharuan, termasuk POP," ujar Miftahul.

Dalam pertemuan itu, Rais Aam didampingi oleh Katib Aam, Sekjen dan Ketua LP Ma’arif NU PBNU. Nadiem juga menyempatkan diri menjelaskan garis besar reformasi pendidikan yang sedang diolah Kemendikbud, seperti gagasan tentang pendidikan merdeka dan sejumlah jabarannya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved