Berita di Boltim

2 WNA Masuk Daftar Pemilih di Boltim, Kantongi e-KTP

Pimpinan Bawaslu Boltim Susanto Mamonto mengatakan, dua nama WNA tersebut merupakan temuan saat pengawasan tahapan Pencocokan dan Penelitian

Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Aldi Ponge
istimewa
Susanto Mamonto 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Dua Warga Negara Asing (WNA) masuk dalam data pemilih untuk pemilihan gubrrnur dan wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut) serta bupati dan wakil bupati Boltim.

Kedua WNA tersebut bernama Jeane Bubak dan Robby Francisco.

Pimpinan Bawaslu Boltim Susanto Mamonto mengatakan, dua nama WNA tersebut merupakan temuan saat pengawasan tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Dua WNA ini tinggal di Desa Loyow, Kecamatan Nuangan dan Desa Molobog, Kecamatan Motongkad. Kita telah melakukan penelusuran dan ternyata dua orang tersebut adalah WNA,” terangnya.

Tes Kepribadian: Kata Pertama Kali yang Kamu Temukan akan Ungkap Kepribadian Aslimu

Penampilan Seksi Ryu Ikut Sidang Parlemen Gemparkan Publik, Anggota DPR yang Disebut Pengawal Cantik

Anehnya, meskipun berstatus WNA namun kedua WNA tersebut memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

“Kita juga akan mengecek data tersebut di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Boltim,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Boltim Ad'chilni Abukasim mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait adanya nama-nama diduga WNA masuk data potensial pemilih.

“Kita sudah tahu informasi itu, tapi data-data masih ada pada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Kita menunggu dulu itu, karena yang dicoklit belum tentu menjadi data pemilih. Ada tahapannya,” jelasnya.

VIRAL Seekor Buaya Raksasa Diangkut Pakai Buldozer, Berusia 112 Tahun hingga Disebut Titisan Siluman

Cuaca Hari Ini Minggu 9 Agustus 2020, Data Lengkap dari BMKG

Ia menuturkan, pihaknya akan menelusuri status warga negara Jeane Bubak dan Robby Francisco, yang disinyalir WNA.

“Kita coklit karena ada dua warga ini memiliki KTP elektronik. Tentu, ini berdasarkan mekanisme. Nanti, kita juga koordinasi dengan Kantor Imigrasi. Jika memang WNA, maka kita lakukan langkah-langkah sesuai regulasi,” ucapnya. (ana)

Sumber: Tribun Mataram
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved