Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rapid Test Reaktif, Ibu Ini Dibiarkan Melahirkan Sendiri di Rumah Sakit, Bayi Perempuannya Meninggal

Walaupun sang bayi sudah dilahirkan, petugas medis tak kunjung datang. Petugas baru datang 30 menit kemudian atau sekitar 05.00 WIB

Editor: Finneke Wolajan
NET
Ilustrasi bayi meninggal 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang ibu berinisial DR (27), kehilangan bayi perempuannya yang meninggal sesaat setelah melahirkan.

Peristiwa ini terjadi di RS Pelengkap Jombang, Jawa Timur pada Selasa (4/8/2020).

DR ternyata melahirkan seorang diri tanpa dibantu oleh tenaga medis, meskipun ia berada di rumah sakit.

DR tiba di RS Pelengkap pada Selasa (4/8/2020) setelah merasakan kontraksi.

Ia datang ke rumah sakit didampingi sang suami, BK untuk melahirkan anak keduanya.

Di ruang UGD, DR menjalani observasi dan rapid test.

Saat itu kontraksi semakin sering ia rasakan.

Setelah itu, petugas memanggil BK untuk memberi tahu hasil observasi dan rapid test.

“Di situ (ruang UGD) istri saya diobservasi dan rapid test. Setelah itu saya dipanggil dan dikasih tahu kalau istri saya reaktif,” kata BK.

Dia menuturkan, karena hasil rapid test menyatakan reaktif terhadap pergerakan antibodi, istrinya ditempatkan di ruang khusus yang ada di lantai tiga rumah sakit.

Sekitar pukul 03.30 WIB, sang suami mengembalikan ambulans desa yang dipinjam untuk mengantar istrinya.

Di ruangan, DR ditemani ibunya AL dan ia kembali lebih sering merasakan kontraksi.

AL kemudian memberitahu petugas kesehatan melalui sambungan telpon. Bahkan AL juga mendatangi ruang jaga.

Namun menurut DR tidak ada satu pun tenaga medis yang menghiraukan mereka.

Padahal saat itu, rambut bayi yang akan dilahirkan sudah kelihatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved